Hasto: Perspektif Geopolitik Bisa Jadi Penentuan Visi dan Misi Capres 2024
Rabu, 14 September 2022 - 19:46 WIB
loading...
Doktor Ilmu Pertahanan Hasto Kristiyanto menekankan pentingnya pemikiran geopolitik Soekarno untuk menghadapi masalah hari ini. Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pemikiran geopolitik Soekarno dinilai penting digunakan untuk menghadapi masalah hari ini, terlebih melihat situasi global yang terjadi. Sebab, dalam pemikiran geopolitik Soekarno, didasari pada ideologi Pancasila bertujuan untuk membangun tata dunia baru.
Hal tersebut dikatakan oleh Doktor Ilmu Pertahanan Hasto Kristiyanto saat menjadi pembicara dalam FGD yang dilaksanakan oleh bidang kerja sama dan pemasaran Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) dengan tema 'Analisis Geopolitik, Geoteknologi dan Geoekonomi Kerja Sama Industri Pertahanan Dalam Negeri dengan Industri Pertahanan Luar Negeri' yang dilakukan secara daring, Rabu (14/9/2022).
Hasto mengatakan, berdasarkan prinsip bahwa dunia akan damai apabila bebas dari imperialisme dan kolonialisme, serta pentingnya menggalang solidaritas antarbangsa guna mewujudkan struktur dunia yang demokratis, sederajat, berkeadilan. Dia menilai inilah yang menjadi roh di dalam membangun kekuatan pertahanan negara dan menjadi pemikiran para pendiri bangsa termasuk Bung Karno bahwa bagaimana Indonesia baru merdeka dapat berperan aktif dalam membangun perdamaian dunia di tengah konstelasi perang dingin.
Baca juga: Hadapi Pemilu 2024, PDIP Gelar Rakerda dan Lantik Pengurus BMI Kalbar
Dia menambahkan, reinkarnasi perang dingin itu terjadi saat ini. "Kalau kita melihat ketegangan di Timur Tengah, kekuatan blok Iran, blok Arab Saudi dengan kekuatan yang ada di belakangnya, pada dasarnya suatu kekuatan diametral yang tidak terlepas terhadap konstelasi saat itu. Demikian pula apa yang terjadi di Laut Tiongkok Selatan saat ini," kata Hasto.
Hal tersebut dikatakan oleh Doktor Ilmu Pertahanan Hasto Kristiyanto saat menjadi pembicara dalam FGD yang dilaksanakan oleh bidang kerja sama dan pemasaran Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) dengan tema 'Analisis Geopolitik, Geoteknologi dan Geoekonomi Kerja Sama Industri Pertahanan Dalam Negeri dengan Industri Pertahanan Luar Negeri' yang dilakukan secara daring, Rabu (14/9/2022).
Hasto mengatakan, berdasarkan prinsip bahwa dunia akan damai apabila bebas dari imperialisme dan kolonialisme, serta pentingnya menggalang solidaritas antarbangsa guna mewujudkan struktur dunia yang demokratis, sederajat, berkeadilan. Dia menilai inilah yang menjadi roh di dalam membangun kekuatan pertahanan negara dan menjadi pemikiran para pendiri bangsa termasuk Bung Karno bahwa bagaimana Indonesia baru merdeka dapat berperan aktif dalam membangun perdamaian dunia di tengah konstelasi perang dingin.
Baca juga: Hadapi Pemilu 2024, PDIP Gelar Rakerda dan Lantik Pengurus BMI Kalbar
Dia menambahkan, reinkarnasi perang dingin itu terjadi saat ini. "Kalau kita melihat ketegangan di Timur Tengah, kekuatan blok Iran, blok Arab Saudi dengan kekuatan yang ada di belakangnya, pada dasarnya suatu kekuatan diametral yang tidak terlepas terhadap konstelasi saat itu. Demikian pula apa yang terjadi di Laut Tiongkok Selatan saat ini," kata Hasto.
Lihat Juga :