Bara JP Nilai Butuh Soliditas Pemerintah Hadapi Krisis Imbas Pandemi COVID-19

Kamis, 02 Juli 2020 - 12:09 WIB
loading...
Bara JP Nilai Butuh...
Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), Viktor S Sirait mengatakan persoalan utama bangsa saat ini adalah krisis ekonomi di masa pandemi COVID-19. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), Viktor S Sirait mengatakan persoalan utama bangsa saat ini adalah krisis ekonomi di masa pandemi COVID-19. Karena itu dibutuhkan soliditas pemerintah dan kerja sama semua komponen bangsa.

"Pandemi COVID-19 ini kelihatannya belum ada kepastian kapan berakhir, vaksin belum ditemukan. Hal yang jauh lebih rumit adalah persoalan ekonomi siap menunggu. Pengangguran, produktifitas menurun, dan daya beli berkurang akan menimbulkan persoalan yang lebih besar," ujarnya dalam keterangannya, Kamis (2/7/2020). (Baca juga: Tiga Kasus Baru, Total 1.118 WNI di Luar Negeri Terkonfirmasi Covid-19)

Menurutnya, pemerintah dan semua komponen masyarakat harus konsentrasi menghadapi tantangan bangsa ke depan yang kemungkinan akan semakin sulit. Ia mengatakan butuh kerja keras pemerintah, butuh kreativitas dan fokus. Diperlukan kerja sama semua komponen bangsa, soliditas pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat agar bisa menghadapi persoalan ini dengan baik.

"Dalam rangka itu kami (Bara JP) tidak terlalu tertarik menanggapi reshuffle kabinet atau hal lain di luar kedua persoalan tersebut di atas. Persoalan utama bangsa ini adalah meminimalisasi efek dan penyebaran pandemi dan bersiap menghadapi persoalan krisis ekonomi," jelasnya.

Ia menjelaskan seandainya pun Presiden Jokowi harus melakukan reshuffle, itu adalah hal biasa untuk mengefektifkan dan memaksimalkan kerja-kerja kabinet. "Kami yakin Pak Jokowi sangat paham siapa yang bisa kerja dan siapa yang tidak dan biarlah itu menjadi wilayah keputusan Pak Jokowi tanpa intervensi dan pengaruh atau tekanan dari pihak manapun," tuturnya.

Viktor berharap agar menteri-menteri yang ada saat ini melakukan kerja-kerja optimal untuk menyelamatkan bangsa ini, menjaga nasib 267 juta masyarakat. "Melakukan apapun untuk menjamin bahwa bangsa ini akan mampu melewati masa-masa sulit ini karena pandemi dan persoalan ekonomi," ucapnya.

Menurutnya anggaran APBN harus dioptimalkan untuk menggerakkan ekonomi dan penanganan kesehatan seperti yang disampaikan bapak Presiden Jokowi. Kemarahan Jokowi, kata Viktor, mengenai anggaran APBN yang belum direalisasikan secara optimal hendaknya segera ditindaklanjuti oleh semua kementerian agar penanganan pandemi ini lebih cepat dan perekonomian bisa tumbuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
ADOR Turunkan Gugatan...
ADOR Turunkan Gugatan terhadap Danielle dan Min Hee-jin dari Rp510 Miliar Jadi Rp390 Miliar
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
Berita Terkini
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved