Panglima TNI-KSAD Solid, Ketua PBNU Nilai Presiden Tak Perlu Turun Tangan
Minggu, 11 September 2022 - 10:48 WIB
loading...
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman mengaku tidak ada masalah. Mereka juga sudah memastikan seluruh matra di TNI solid. FOTO/TANGKAPAN LAYAR
A
A
A
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman mengaku tidak ada masalah. Mereka juga sudah memastikan seluruh matra di TNI solid. Namun demikian, Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP Effendi Simbolon tetap meminta Presiden Joko Widodo turun tangan menyikapi isu ketegangan hubungan antara Jenderal Andika dan Jenderal Dudung.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) menilai tidak perlu Jokowi menuruti permintaan Effendi Simbolon tersebut. Sebab, isu disharmoni hubungan antara Jenderal Andik dan Jenderal Dudung tidak benar adanya.
"Tidak prinsip, itu sudah clear (isu disharmoni Panglima Andika dan KSAD Dudung). Saya kira tidak akan mau melakukannya (presiden) ya. Beliau-beliau pemimpin, sudah jenderal, sudah tahu apa yang harus dilakukan. Jadi tidak perlu presiden turun tangan," kata Gus Fahrur dikutip, Minggu (11/9/2022).
Menurut Gus Fahrur, tidak semua permintaan atau saran harus dituruti oleh Jokowi. Apalagi, isu dugaan disharmoni sudah dibantah oleh Jenderal Andika dan Jenderal Dudung. "Kita ini tidak semua komentar orang mesti kita balas ya. Saya kira presiden sudah tahu, mana yang harus dijawab mana yang tidak," katanya.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) menilai tidak perlu Jokowi menuruti permintaan Effendi Simbolon tersebut. Sebab, isu disharmoni hubungan antara Jenderal Andik dan Jenderal Dudung tidak benar adanya.
"Tidak prinsip, itu sudah clear (isu disharmoni Panglima Andika dan KSAD Dudung). Saya kira tidak akan mau melakukannya (presiden) ya. Beliau-beliau pemimpin, sudah jenderal, sudah tahu apa yang harus dilakukan. Jadi tidak perlu presiden turun tangan," kata Gus Fahrur dikutip, Minggu (11/9/2022).
Menurut Gus Fahrur, tidak semua permintaan atau saran harus dituruti oleh Jokowi. Apalagi, isu dugaan disharmoni sudah dibantah oleh Jenderal Andika dan Jenderal Dudung. "Kita ini tidak semua komentar orang mesti kita balas ya. Saya kira presiden sudah tahu, mana yang harus dijawab mana yang tidak," katanya.
Lihat Juga :