Stafsus Presiden Sebut Inovasi Keharusan untuk Mencapai Ketahanan dan Kedaulatan Pangan

Jum'at, 09 September 2022 - 09:55 WIB
loading...
Stafsus Presiden Sebut...
Stafsus Presiden, Diaz Hendropriyono mengatakan ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencapai ketahanan dan kedaulatan dalam negeri, salah satunya dengan inovasi. Foto/MPI
A A A
BOGOR - Staf Khusus (Stafsus) Presiden , Diaz Hendropriyono mengatakan ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencapai ketahanan dan kedaulatan dalam negeri, salah satunya dengan inovasi .

Hal itu disampaikan Diaz saat berbincang dengan Rektor IPB University, Prof. Dr. Arif Satria, yang didampingi Direktur Kerjasama dan Hubungan Alumni; Dr Syarifah Iis Aisyah yang ikut memaparkan tentang berbagai hasil riset dari IPB University di berbagai bidang. Baca juga: Harga Pangan Tinggi, Daya Beli Petani Lokal Ikut Terdampak

"Luar biasa. Semua hasil riset yang ditunjukkan merupakan sebagian kecil dari puncak kontribusi IPB University dalam kaitan dengan peningkatan efisiensi, efektivitas, maupun berbagai terobosan terkait alternatif pangan. Ini telah sejalan dengan arahan Bapak Presiden Joko Widodo dan kita semua wajib untuk terus mendorong kebermanfaatannya secara luas di masyarakat. Riset dan Industri harus saling menguatkan," ujar Diaz, Jumat (9/9/2022).

Pada kesempatan itu, Diaz juga menyampaikan pentingnya inovasi untuk alternatif protein untuk memenuhi kebutuhan manusia, sebagai pengganti protein hewan ternak sapi dan kambing, yang memerlukan lahan yang luas, air bersih dan daya dukung alam yang besar.

"Inovasi harus mampu menjawab tantangan misalnya; terkait luasan lahan yang semakin terbatas, air yang layak konsumsi yang hanya 3% dan semakin menyusut karena pencemaran, daya dukung bumi yang terus menurun," katanya.

"Dimana kita akan berladang, beternak dan tinggal, dengan berbagai keterbatasan tersebut, dan jumlah manusia yang semakin bertambah? Jangan sampai manusia berkompetisi dengan ternak, misalnya. Bagaimana dengan opsi pemanfaatan sumber protein alternatif lain, seperti crickets (jangkrik) atau algae (ganggang)?" imbuh Diaz.

Merespons hal tersebut, Arif Satria menegaskan bahwa Future Food adalah salah satu fokus riset di IPB University. "Dan sebagaimana fokus dari berbagai riset yang lain, kami terus berkolaborasi dan meningkatkan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, misalnya: BRIN. Tujuannya agar lebih jelas, siapa fokus di bidang apa. Sehingga tidak terjadi duplikasi riset," papar Arif.

Rektor IPB dalam kesempatan tersebut juga didampingi oleh Prof. Dr. Yandra Arkeman, MEng., dan Dr. Karlisa Priandana dari BRAIN (Blockchain, Robotics, and Artificial Intelligence Networks), yang juga menyampaikan mengenai peran teknologi digital maju (advance digital technology) di industri.

"Artificial Intelligence, Internet of Things dan Blockchain harus terus dikembangkan, dan BRAIN IPB University dengan dukungan Pak Diaz dan Pak Rektor, terus bergerak ke berbagai stakeholder untuk mendorong implementasinya," tutur Yandra. Baca juga: Pembangunan Bendungan hingga Jembatan untuk Jaga Ketahanan Pangan Negeri Majapahit

Di akhir pertemuan, Arif dan Diaz kemudian meneruskan pembicaraan sambil berkeliling di Agribusiness and Technology Park IPB University yang merupakan fasilitas milik IPB untuk mengembangkan aplikasi riset di bidang pertanian, termasuk smart farming. Pertemuan yang terjadwal 1,5 jam tersebut akhirnya memanjang menjadi lebih dari 2.5 jam, dan ditutup dengan menyantap buah segar hasil panen di lokasi yang sama.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Komisi IV DPR Sebut...
Komisi IV DPR Sebut PSN Wanam Harus Tetap Jalan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan
Perkuat Ketahanan Gizi...
Perkuat Ketahanan Gizi Indonesia, EU-ASEAN Business Council Dorong Kemitraan Lintas Sektor
Permudah Layanan Digital,...
Permudah Layanan Digital, BPJS Kesehatan Luncurkan REHAB 3.0 dan PASTI JKN
Pemerintah Perkuat Kopdes...
Pemerintah Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Bangun Papua
Rekomendasi
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
Sunscreen Ringan Jadi...
Sunscreen Ringan Jadi Pilihan Perlindungan Kulit Harian di Iklim Tropis
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Berita Terkini
Pastikan Jokowi Hadiri...
Pastikan Jokowi Hadiri Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa, Andi Azwan: untuk Buktikan Keaslian Ijazah
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: JPU Abaikan Sejumlah Laporan Pelapor dalam Dakwaan
Presiden Prabowo Jadi...
Presiden Prabowo Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Bhayangkara di Cikeas
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved