Wapres Minta Kasus Kematian Santri di Ponpes Gontor Akibat Kekerasan Diproses Hukum

Selasa, 06 September 2022 - 20:10 WIB
loading...
Wapres Minta Kasus Kematian...
Wapres KH Ma’ruf Amin meminta kasus kematian santri di Ponpes Gontor akibat kekerasan seniornya segera diproses hukum. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin mengeluarkan arahan merespons peristiwa meninggalnya AM,17, santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Seperti diketahui, AM meninggal pada 22 Agustus 2022 diduga akibat tindak kekerasan yang dilakukan kakak kelas atau seniornya.

Wapres meminta agar kasus ini segera terungkap dan terselesaikan proses hukumnya mengingat saat ini telah ditangani oleh pihak kepolisian. Apalagi, manajemen Ponpes Gontor juga terbuka dengan proses pemeriksaan saksi-saksi sehingga membuka kasus ini dengan terang.

“Ya jadi pertama, pastikan bahwa proses belajar mengajar di Gontor pastikan itu tidak terganggu oleh kasus ini. Dan ini kan sedang ditangani dengan baik oleh pihak kepolisian dan pihak manajemen dari Gontor kan juga sangat terbuka dan cukup bekerja sama dengan baik untuk proses pemeriksaan ini, ada beberapa saksi dan seterusnya,” ungkap Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi, Selasa (6/9/2022).

Baca juga: Anak Meninggal di Ponpes Gontor Diduga Akibat Kekerasan, Orang Tua Cari Keadilan

“Jadi, kita berharap bahwa ini bisa segera selesai, kasus ini bisa segera terungkap, dan duduk perkaranya semuanya terjelaskan dan terselesaikan dan proses hukumnya bisa dilanjutkan,” papar Masduki.

Baca juga: Terungkap! Santri Korban Penganiayaan di Ponpes Gontor Ponorogo Bertambah 2 Orang

Kedua, kata Masduki Wapres memberikan satu arahan agar jangan sampai terjadi kekerasan lagi di lembaga pendidikan. “Apakah itu pesantren ataupun lembaga pendidikan berasrama yang lain ataupun apakah yang berlatar belakang agama ataupun tidak lah ya, lembaga pendidikan semuanya itu sangat-sangat tidak baik,” katanya.

“Kalau itu berlatar belakang proses bagian dari punishment, saya kira tidak tepat sampai menimbulkan kekerasan yang fisik yang seperti itu,” kata Masduki.

Wapres, juga meminta jangan sampai lembaga pendidikan terjadi tindak kekerasan yang bahkan menimbulkan kematian. Bahkan, kasus kekerasan di lembaga pendidikan tidak sekali ini terjadi, namun sudah beberapa kali.

“Jadi, ini saya kira kita ambil pelajaran kepada lembaga pendidikan yang lain agar jangan terjadi seperti itu lagi. Karena ini kan beruntun ya, banyak sekali kejadian-kejadian seperti itu, dulu juga pernah terjadi di lembaga pendidikan negara, IPDN, trus di mana lagi, di mana lagi, banyak sekali kejadian-kejadian seperti itu yang itu disebabkan oleh proses yang dihubungkan dengan pelatihan fisik bagi seorang siswa misalnya. Ada yang mungkin tidak berkaitan itu secara langsung mungkin ya,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Mengenal Gareth Morgan:...
Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren
PBNU: Iduladha 2026...
PBNU: Iduladha 2026 Jadi Pengingat Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Terluka
Wakapolri Ungkap Ancaman...
Wakapolri Ungkap Ancaman Kekerasan dan Teror Modern di Era Digital
Soroti Kasus Penyekapan...
Soroti Kasus Penyekapan di Bandung, Veronica Tan Ingatkan Bahaya Hubungan Toxic
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Karina Ranau Didorong...
Karina Ranau Didorong Pria hingga Terjatuh Saat Tegur Parkir Motor
Rekomendasi
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Sahroni Geram: Negara Tidak Boleh Kalah dari Pelaku Kriminal!
Berita Terkini
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Masa Penahanan Dadan...
Masa Penahanan Dadan Hindayana Cs Diperpanjang 40 Hari ke Depan
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Deklarasi Kebangsaan,...
Deklarasi Kebangsaan, Gabungan Aliansi BEM Nasional Serukan 5 Tuntutan
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved