PPP Diperkirakan Gabung ke Poros Pengusung Anies Baswedan
Selasa, 06 September 2022 - 14:30 WIB
loading...
Kepemimpinan baru PPP pengganti Suharso Monoarfa diperkirakan mengoreksi keputusan politik koalisi di Pilpres 2024. FOTO/DOK.SINDOnews/SUTIKNO
A
A
A
JAKARTA - Majelis Syariah, Majelis Pertimbangan, dan Majelis Kehormatan PPP telah resmi memberhentikan Suharso Monoarfa dari kursi Ketua Umum dan menggantinya dengan Muhammad Mardiono. Adanya perubahan ini diprediksi bisa mengubah arah politik PPP, yang sudah tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) .
Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs Ahmad Khoirul Umam mengatakan, kepemimpinan baru PPP pengganti Suharso Monoarfa kemungkinan akan mengoreksi keputusan politik koalisi. PPP bisa saja keluar dari KIB dan masuk ke dalam poros koalisi yang sedang digagas oleh NasDem, PKS, dan Demokrat.
"Salah satu kemungkinannya ke koalisi Demokrat, Nasdem, dan PKS untuk mengusung Anies sebagai representasi Islam yang dekat dengan basis pemilih loyal PPP. Terlebih lagi jika pasangan Anies-AHY dideklarasikan, maka narasi Islam-nasionalis akan semakin tepat untuk corak politik PPP," kata Umam, Selasa (6/9/2022).
Baca juga: PAN Berharap Kisruh Internal PPP Tak Berpengaruh ke KIB
Menurut Umam, alasan mengapa ada kemungkinan PPP keluar dari KIB karena tidak ingin sekadar menjadi pelengkap. PPP berpeluang dibawa untuk bergabung dengan koalisi lain, yang lebih merepresentasikan karakter nilai-nilai politik Islam, untuk menjaga basis pemilih loyalnya.
Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs Ahmad Khoirul Umam mengatakan, kepemimpinan baru PPP pengganti Suharso Monoarfa kemungkinan akan mengoreksi keputusan politik koalisi. PPP bisa saja keluar dari KIB dan masuk ke dalam poros koalisi yang sedang digagas oleh NasDem, PKS, dan Demokrat.
"Salah satu kemungkinannya ke koalisi Demokrat, Nasdem, dan PKS untuk mengusung Anies sebagai representasi Islam yang dekat dengan basis pemilih loyal PPP. Terlebih lagi jika pasangan Anies-AHY dideklarasikan, maka narasi Islam-nasionalis akan semakin tepat untuk corak politik PPP," kata Umam, Selasa (6/9/2022).
Baca juga: PAN Berharap Kisruh Internal PPP Tak Berpengaruh ke KIB
Menurut Umam, alasan mengapa ada kemungkinan PPP keluar dari KIB karena tidak ingin sekadar menjadi pelengkap. PPP berpeluang dibawa untuk bergabung dengan koalisi lain, yang lebih merepresentasikan karakter nilai-nilai politik Islam, untuk menjaga basis pemilih loyalnya.
Lihat Juga :