BNPB: Terjadi 46 Kali Bencana Selama Seminggu, 98% Hidrometeorologi Basah
Senin, 05 September 2022 - 17:48 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: BNPB Catat 39 Kali Bencana dalam Sepekan Terakhir
“Nah, dua minggu yang lalu, berturut-turut turut dua minggu, kebakaran hutan dan lahan lebih banyak daripada banjir, tetapi kemudian di akhir Agustus dan awal September ini sudah dua minggu berturut-turut hidrometeorologi basah, kemudian kembali lagi paling dominan kebakaran hutan minggu ini kita cuma punya dua kali, sedangkan cuaca ekstrem angin puting, puting beliung, angin kencang disertai hujan dan banjir itu mendominasi,” papar Aam.
Aam mengungkapkan meskipun belum waktunya musim hujan, BMKG telah menyampaikan waspada awal musim hujan mungkin berlangsung atau terjadi lebih cepat. “Nah ini yang memang kita rasakan pada laporan kejadian bencana, kita sebenarnya masih dalam musim awal musim peralihan, sebenarnya jadi siklus musim di Indonesia itu musim hujan itu biasanya jadi Desember, Januari, Februari, Maret sudah mulai peralihan, tapi September, Oktober dan November itu kita peralihan dari kemarau ke hujan.”
Kendati demikian, di awal peralihan ini ternyata bencana hidrometeorologi basah sangat luar biasa hingga mencapai 98% dengan frekuensi kejadian dalam satu minggu yang kemudian terus naik. “Kita harapkan mungkin minggu depan minggu ini tidak tidak naik lagi,” ungkap Aam.
“Nah, dua minggu yang lalu, berturut-turut turut dua minggu, kebakaran hutan dan lahan lebih banyak daripada banjir, tetapi kemudian di akhir Agustus dan awal September ini sudah dua minggu berturut-turut hidrometeorologi basah, kemudian kembali lagi paling dominan kebakaran hutan minggu ini kita cuma punya dua kali, sedangkan cuaca ekstrem angin puting, puting beliung, angin kencang disertai hujan dan banjir itu mendominasi,” papar Aam.
Aam mengungkapkan meskipun belum waktunya musim hujan, BMKG telah menyampaikan waspada awal musim hujan mungkin berlangsung atau terjadi lebih cepat. “Nah ini yang memang kita rasakan pada laporan kejadian bencana, kita sebenarnya masih dalam musim awal musim peralihan, sebenarnya jadi siklus musim di Indonesia itu musim hujan itu biasanya jadi Desember, Januari, Februari, Maret sudah mulai peralihan, tapi September, Oktober dan November itu kita peralihan dari kemarau ke hujan.”
Kendati demikian, di awal peralihan ini ternyata bencana hidrometeorologi basah sangat luar biasa hingga mencapai 98% dengan frekuensi kejadian dalam satu minggu yang kemudian terus naik. “Kita harapkan mungkin minggu depan minggu ini tidak tidak naik lagi,” ungkap Aam.
(cip)
Lihat Juga :