Dukung ASN Dipangkas, TII Nilai Pemerintah Perlu Lakukan Analisis Jabatan

Rabu, 01 Juli 2020 - 20:08 WIB
loading...
Dukung ASN Dipangkas,...
Lembaga riset kebijakan publik The Indonesian Institute (TII) menilai pemerintah perlu melakukan analisis jabatan dalam tubuh Aparatur Sipil Negara (ASN). Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Lembaga riset kebijakan publik The Indonesian Institute (TII) menilai pemerintah perlu melakukan analisis jabatan dalam tubuh Aparatur Sipil Negara (ASN) . Sebagai garda terdepan pelayanan publik, kualitas pelayanan yang dilakukan ASN di masa pandemi COVID-19 banyak mengalami gangguan. Sistem kerja yang memanfaatkan sistem daring, penerapannya juga belum merata di seluruh Indonesia.

Sebagaimana dikatakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo pada 19 Juni lalu, dampak dari banyaknya ASN yang kurang produktif menjadikan pekerjaan kelompok pegawai yang produktif dalam masa kerja dari rumah (WFH) menjadi berlebihan atau overload. (Baca juga: Dokter Reisa Sampaikan 7 Protokol Kesehatan Aman dari COVID-19 di Angkutan Umum)

Terkait itu, Peneliti bidang Sosial TII Vunny Wijaya memandang komitmen pemerintah pusat untuk tetap memberikan pelayanan publik yang maksimal perlu dilandasi dengan analisis jabatan. Menurut dia, analisis tersebut sangat diperlukan agar ASN tetap produktif dan bekerja efektif di tengah pandemi.

“Analisis jabatan juga memungkinkan pemerintah untuk memangkas ASN yang kurang produktif dan justru membebani keuangan negara yang kini direlokasi karena COVID-19,” jelas Vunny dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Rabu (1/7/2020).

Dengan kata lain, Vunny mendukung rencana KemenPAN-RB yang tengah menyusun strategi pemangkasan ASN yang tidak produktif. Ia berpendapat, analisis jabatan dapat dilakukan dengan meninjau kembali hasil kinerja atau melakukan evaluasi kerja, serta mengidentifikasi kemampuan atau kompetensi yang dibutuhkan di masa pandemi dan kenormalan baru yang menitikberatkan pada pemanfaatan sistem daring. (Baca juga: Bertambah 1.385, Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Menjadi 57.770)

“Pada intinya, analisis jabatan ini bertujuan untuk mendorong kinerja ASN agar dapat merespons kompleksitas persoalan dan kebutuhan publik di tengah COVID-19. Untuk melakukan analisis jabatan ini, khususnya Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kemenpan RB perlu berkoordinasi membuat indikator-indikator sesuai kebutuhan dan juga menyusun keluaran atau hasil yang diharapkan,” tukasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Status Quo Jabatan Fungsional...
Status Quo Jabatan Fungsional ASN
KPK: Bupati Langkat...
KPK: Bupati Langkat Minta Upeti Proyek hingga Terima Gratifikasi Pengadaan Seragam Sekolah
Deteksi Dini Kanker...
Deteksi Dini Kanker Serviks, DWP BNPP RI Gelar Pemeriksaan Pap Smear Gratis
Nasaruddin Umar Usul...
Nasaruddin Umar Usul 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Diangkat ASN
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Pendaftaran Poltek SSN...
Pendaftaran Poltek SSN 2026 Segera Dibuka? Lulusan Bisa Jadi CPNS
WFH ASN Setiap Jumat...
WFH ASN Setiap Jumat Diklaim Bikin Negara Hemat Rp1,95 Triliun, Begini Hitungannya
Rekomendasi
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Azzedine Ounahi, Dari...
Azzedine Ounahi, Dari Jalanan Casablanca Sampai Diingat Dunia
Berita Terkini
Sidang Eksepsi Dokter...
Sidang Eksepsi Dokter Tifa: Kami Tak Pernah Minta Jokowi Dihukum, Hanya Minta Ijazah Dibuktikan
Polri Ultimatum Pihak...
Polri Ultimatum Pihak yang Halangi Pengusutan 3 Kasus Korupsi
Penampakan Koper Berisi...
Penampakan Koper Berisi Emas Disita Polisi usai Geledah Rumah di Bogor
Nurul Arifin Sebut Riset...
Nurul Arifin Sebut Riset SSI Bukti Bahlil Berhasil Terjemahkan Visi Prabowo ke Publik
Tiba PN Jaktim Jelang...
Tiba PN Jaktim Jelang Sidang Eksepsi, Dokter Tifa: Kami Siapkan 37 Halaman Nota Perlawanan
Bangun Pendidikan Hukum,...
Bangun Pendidikan Hukum, Peradi Profesional Gandeng 112 PTN dan PTS se- Indonesia
Infografis
Pemerintah Perlu Benahi...
Pemerintah Perlu Benahi Ekosistem Pe­ne­litian di Dalam Negeri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved