Usut Kematian Brigadir J, Komnas HAM Dorong Timsus Polri Libatkan Ahli
Sabtu, 03 September 2022 - 08:05 WIB
loading...
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, mendorong Timsus Polri menggunakan ahli dalam pengusutan kasus kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Komnas HAM mendorong Timsus Polri menggunakan ahli dalam proses pengusutan kasus kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Hal ini dikatakan oleh Ketua Komnas HAM , Ahmad Taufan Damanik.
Menurutnya, dengan melibatkan peran ahli dalam proses penyidikan dapat menjadi pembanding dengan temuan yang didapatkan oleh Polri.
"Dugaan pelecehan seksual di Magelang terdapat di BAP FS, PC, RR, KM dan Susi yang kemudian dituangkan ke dalam rekonstruksi. Jadi itu hasil dari penyidikan Polri yang tentu akan dihadirkan di persidangan," kata Ahmad Taufan kepada wartawan, Sabtu (3/9/2022).
Baca juga: Kejagung Terima SPDP Kasus Kematian Brigadir J
Taufan menerangkan, keterangan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, Ricky Rizal dan ART Ferdy Sambo salah satunya bernama Susi dapat saling menguatkan satu sama lain.
"Nantinya, tanpa intervensi pihak lain seperti rekomendasi Komnas HAM, dapat dipastikan keterangan FS, PC, KM, RR dan Susi akan saling memperkuat sebab mereka semua berada dalam satu cluster. Kesimpulannya sudah dapat ditebak bahwa pelecehan seksual memang terjadi dan menjadi penyebab FS marah dan membunuh Yosua," katanya.
"Maka rekomendasi Komnas HAM untuk penyidikan lebih mendalam dengan menggunakan ahli membuka peluang adanya simpulan pembanding terhadap keterangan dari FS, PC dan para pembantunya," sambungnya.
Menurutnya, dengan melibatkan peran ahli dalam proses penyidikan dapat menjadi pembanding dengan temuan yang didapatkan oleh Polri.
"Dugaan pelecehan seksual di Magelang terdapat di BAP FS, PC, RR, KM dan Susi yang kemudian dituangkan ke dalam rekonstruksi. Jadi itu hasil dari penyidikan Polri yang tentu akan dihadirkan di persidangan," kata Ahmad Taufan kepada wartawan, Sabtu (3/9/2022).
Baca juga: Kejagung Terima SPDP Kasus Kematian Brigadir J
Taufan menerangkan, keterangan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, Ricky Rizal dan ART Ferdy Sambo salah satunya bernama Susi dapat saling menguatkan satu sama lain.
"Nantinya, tanpa intervensi pihak lain seperti rekomendasi Komnas HAM, dapat dipastikan keterangan FS, PC, KM, RR dan Susi akan saling memperkuat sebab mereka semua berada dalam satu cluster. Kesimpulannya sudah dapat ditebak bahwa pelecehan seksual memang terjadi dan menjadi penyebab FS marah dan membunuh Yosua," katanya.
"Maka rekomendasi Komnas HAM untuk penyidikan lebih mendalam dengan menggunakan ahli membuka peluang adanya simpulan pembanding terhadap keterangan dari FS, PC dan para pembantunya," sambungnya.
Lihat Juga :