MPR Sebut Pembangunan Budaya Penting untuk Mewujudkan Politik yang Lebih Bermartabat
Rabu, 31 Agustus 2022 - 19:35 WIB
loading...
A
A
A
Praktisi Permuseuman dan Cagar Budaya Punto A. Sidarto berpendapat gerakan budaya merupakan gerakan sosial untuk pertumbuhan budaya yang berlangsung dalam jangka panjang.
Menurut Punto, budaya nasional Indonesia unsur-unsur utamanya adalah bahasa Indonesia dan batik.
Saat ini, salah satu ciri kuat budaya Indonesia justru sangat dipengaruhi budaya modern barat. Karena, sistem politik, pendidikan dan kesehatan di Indonesia disusun atas dasar sistem dan budaya Barat.
”Masalah muncul, ketika saat ini budaya Barat yang berbasis rasionalisme mendekati titik jenuh. Akibatnya, pelemahan budaya nasional saat ini dipengaruhi oleh pembentukan aliansi supra nasional (Uni Eropa, Asia Tenggara atau Asia Timur),” katanya.
Sementara, budaya lokal menguat karena lebih dekat dengan masyarakat. Dalam kondisi itu, partai politik secara internal harus mampu membangun budaya politik sesuai visi dan misi landasan negara. Selain itu, partai politik juga harus mampu merumuskan dan memperjuangkan politik kebudayaan dan strategi kebudayaan Indonesia yang telah ditetapkan.
Ketua Bidang Hubungan Sayap dan Badan DPP Partai Nasdem, Ivanhoe Semen berpendapat membangun kebudayaan adalah bagian dari membangun peradaban. Menurut Ivanhoe, hantaman budaya global yang berujung pada krisis identitas anak bangsa disebabkan proses akulturasi yang memunculkan budaya baru.
”Krisis identitas, terjadi karena akar budaya anak bangsa yang belum kuat dan tidak siap sehingga terkikis oleh nilai-nilai budaya baru yang muncul,” katanya.
Menurut Punto, budaya nasional Indonesia unsur-unsur utamanya adalah bahasa Indonesia dan batik.
Saat ini, salah satu ciri kuat budaya Indonesia justru sangat dipengaruhi budaya modern barat. Karena, sistem politik, pendidikan dan kesehatan di Indonesia disusun atas dasar sistem dan budaya Barat.
”Masalah muncul, ketika saat ini budaya Barat yang berbasis rasionalisme mendekati titik jenuh. Akibatnya, pelemahan budaya nasional saat ini dipengaruhi oleh pembentukan aliansi supra nasional (Uni Eropa, Asia Tenggara atau Asia Timur),” katanya.
Sementara, budaya lokal menguat karena lebih dekat dengan masyarakat. Dalam kondisi itu, partai politik secara internal harus mampu membangun budaya politik sesuai visi dan misi landasan negara. Selain itu, partai politik juga harus mampu merumuskan dan memperjuangkan politik kebudayaan dan strategi kebudayaan Indonesia yang telah ditetapkan.
Ketua Bidang Hubungan Sayap dan Badan DPP Partai Nasdem, Ivanhoe Semen berpendapat membangun kebudayaan adalah bagian dari membangun peradaban. Menurut Ivanhoe, hantaman budaya global yang berujung pada krisis identitas anak bangsa disebabkan proses akulturasi yang memunculkan budaya baru.
”Krisis identitas, terjadi karena akar budaya anak bangsa yang belum kuat dan tidak siap sehingga terkikis oleh nilai-nilai budaya baru yang muncul,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :