Tantangan Lebih Berat, Wakil Ketua MPR: Polri Harus Lebih Profesional
Rabu, 01 Juli 2020 - 13:29 WIB
loading...
A
A
A
Terkait akan berakhirnya masa tugas Kapolri, Jazilul Fawaid mengatakan Kapolri harus meninggalkan legacy yang baik di masa sisa tugasnya sekitar enam bulan ke depan. "Yang paling penting di Kepolisian adalah membangun citra dan kinerja yang profesional untuk aparatur. Itu yang penting harus dilakukan oleh Pak Idham karena saya nilai legacy selama kepemimpinan Pak Idham ini baru pada percepatan perombakan internal. Kultur kinerja sudah cukup membaik tapi masih perlu dilanjutkan," katanya. (Baca juga: Jokowi Kembali Ingatkan Polri Gigit Koruptor Anggaran Covid)
Menurut Jazil, Kapolri harus bisa meninggalkan legacy yang dapat dikenang sebagai polisi yang baik. "Bukan seperti dalam anekdot polisi tidur atau patung polisi, tapi memang polisi yang memiliki integritas, dedikasi dalam menjalankan tugasnya. Dan saya melihat Pah Idham sudah mengarah ke arah itu dengan melakukan perbaikan-perbaikan," katanya.
Mengenai penggantinya nanti, kata Jazilul, pemimpin yang bagus selalu ditandai dengan munculnya kader-kader atau pengganti yang lebih bagus. "Meskipun di tubuh Polri sudah terjadi pergeseran yang luar biasa. Tapi saya tidak melihat Pak Idham menyiapkan satu sosok tertentu untuk mengganti dirinya," tuturnya. (Baca juga: Diberi Kejutan Kue Tart oleh Panglima TNI, Kapolri Terharu)
Artinya, kata Jazilul, Idham Azis bertindak profesional dalam mengangkat atau mempromosikan para jenderal di kepolisian untuk mengganti dirinya. "Dengan begitu kan bisa kita lihat siapa-siapa yang sekarang di posisi satu tingkat di bawah Pak Idham yang bisa mengganti. Disitu ada Pak Kabareskrim, para Kapolda, dan eselon lain di bawahnya," katanya.
Jazilul berharap, di akhir kepemimpinannya Idham Azis mampu memunculkan calon pengganti yang terpercaya yang memang diharapkan oleh masyarakat dan disetujui oleh Presiden Joko Widodo. "Siapa itu? Ya Kepolisian sudah punya caranya sendiri," katanya.
Menurut Jazil, Kapolri harus bisa meninggalkan legacy yang dapat dikenang sebagai polisi yang baik. "Bukan seperti dalam anekdot polisi tidur atau patung polisi, tapi memang polisi yang memiliki integritas, dedikasi dalam menjalankan tugasnya. Dan saya melihat Pah Idham sudah mengarah ke arah itu dengan melakukan perbaikan-perbaikan," katanya.
Mengenai penggantinya nanti, kata Jazilul, pemimpin yang bagus selalu ditandai dengan munculnya kader-kader atau pengganti yang lebih bagus. "Meskipun di tubuh Polri sudah terjadi pergeseran yang luar biasa. Tapi saya tidak melihat Pak Idham menyiapkan satu sosok tertentu untuk mengganti dirinya," tuturnya. (Baca juga: Diberi Kejutan Kue Tart oleh Panglima TNI, Kapolri Terharu)
Artinya, kata Jazilul, Idham Azis bertindak profesional dalam mengangkat atau mempromosikan para jenderal di kepolisian untuk mengganti dirinya. "Dengan begitu kan bisa kita lihat siapa-siapa yang sekarang di posisi satu tingkat di bawah Pak Idham yang bisa mengganti. Disitu ada Pak Kabareskrim, para Kapolda, dan eselon lain di bawahnya," katanya.
Jazilul berharap, di akhir kepemimpinannya Idham Azis mampu memunculkan calon pengganti yang terpercaya yang memang diharapkan oleh masyarakat dan disetujui oleh Presiden Joko Widodo. "Siapa itu? Ya Kepolisian sudah punya caranya sendiri," katanya.
(cip)
Lihat Juga :