Ketua DPRD Muara Enim Ditangkap, Jadi Bukti KPK Tetap Kerja

Senin, 27 April 2020 - 12:08 WIB
loading...
Ketua DPRD Muara Enim...
Penangkapan Ketua DPRD Muara Enim Aries HB dan mantan Kepala Dinas PUPR, Sumatera Selatan, Ramlan Suryadi oleh KPK, diapresiasi oleh Arteria Dahlan. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Penangkapan terhadap Ketua DPRD Muara Enim Aries HB (AHB) dan mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Ramlan Suryadi (RS) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu 26 April 2020 diapresiasi oleh Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan.

Arteria Dahlan pun menilai penangkapan Ketua DPRD Muara Enim Aries HB (AHB) dan Mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Ramlan Suryadi (RS) itu bukti bahwa KPK tetap bekerja walaupun di tengah Pandemi Covid-19 atau virus corona.

"Iya, makanya percayakan saja pada KPK untuk bekerja, saat ini giat-giat pemberantasan korupsi dilakukan sangat efektif, begitu cermat, tidak gaduh dan berkepastian," ujar Arteria Dahlan dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/4/2020).

(Baca juga: KPK Tangkap Ketua DPRD Muara Enim)

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini memastikan, justru kerja-kerja KPK saat ini merupakan role model layaknya suatu lembaga pemberantasan korupsi itu bekerja.

"Kan terbukti, giat-giat pemberantasan korupsi tidak berkurang sedikitpun walaupun pada masa pandemik Covid-19 tak sekalipun, telah terbukti tidak menyurutkan semangat KPK dalam melakukan penangkapan terhadap tersangka tindak pidana korupsi (Tipikor)," ujarnya.

Dia pun mengapresiasi kerja-kerja pimpinan KPK saat ini, yang dinilainya berani tampil untuk tidak populer dengan memperlihatkan langgam baru bagaimana bekerja dalam keheningan. Kemudian, lanjut dia, bagaimana melakukan upaya hukum paksa menahan orang tidak semata-mata mengandalkan aksi-aksi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang kontroversial.

"Dan namun dilakukan melalui pengembangan penyidikan setelah terpenuhinya alat bukti yang melimpah, sehingga giat-giat penegakan hukumnya tidak gaduh, berkepastian dan dapat diterima oleh pelaku tindak pidana sekalipun," ujarnya.

Dia mengatakan, terbukti bahwa penangkapan Mantan Kadis PUPR dan Ketua DPRD Muara Enim tersebut dapat diterima oleh semua pihak dikarenakan kerja-kerja penyidikan KPK yang profesional. "Jadi terbukti kan bahwa KPK tetap bekerja walaupun di tengah pandemi Covid-19. Semoga kerja-kerja baik ini dapat terus dipertahankan," ungkapnya.

Dia berpendapat, KPK saat ini justru harus diberikan apresiasi, dukungan dan kepercayaan penuh. "Dikarenakan KPK saat ini tidak genit, dan kerja-kerjanya sangat substantif, bahkan mereka berani tampil tidak populer dengan mengambil resiko untuk dikesankan pasif dengan keluar dengan gaya baru yang mengedepankan giat-giat penindakan yang efektif dan berkepastian dan jauh dari muatan-muatan politis. Harusnya didukung penuh, apalagi giat-giat pencegahannya sudah dirasakan kehadirannya saat ini," pungkasnya.

Sekadar diketahui, KPK menangkap Ketua DPRD Muara Enim Aries HB (AHB) dan Mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Ramlan Suryadi (RS) berdasarkan hasil pengembangan terkait kasus suap pembangunan jalan yang menjerat Bupati Muara Enim non aktif Ahmad Yani. Aries dan Ramlan Suryadi telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap 16 paket proyek jalan senilai Rp132 Juta yang menjerat Ahmad Yani.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Bos Maktour Mengaku...
Bos Maktour Mengaku Kelelahan, Kembali Absen dari Pemeriksaan KPK
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
KPK Bergerak! Usai OTT...
KPK Bergerak! Usai OTT Bupati Muara Enim, Sejumlah Ruangan Penting Disegel
Rumah Bupati Sugiri...
Rumah Bupati Sugiri Sancoko Digeledah, 3 Mobil Hardtop dan 1 Alphard Disita
Rekomendasi
Ronaldo: Sudah Saatnya...
Ronaldo: Sudah Saatnya Dunia Mengakui Lionel Messi yang Terhebat
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
7 Fakta Menarik Portugal...
7 Fakta Menarik Portugal Gagal Menang atas RD Kongo di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved