Ini Langkah BMKG Perkuat Sistem Peringatan Dini Tsunami
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 16:55 WIB
loading...
A
A
A
“Pelibatan ahli, pakar, dan peneliti dari berbagai institusi dan perguruan tinggi tentunya akan semakin memperkuat BMKG, terutama terkait data dan informasi yang dihasilkan,” ujarnya.
Dwikorita menyebutkan sejumlah perguruan tinggi yang terlibat dalam konsorsium ini di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), serta beberapa pakar kebumian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Sejumlah manfaat yang diharapkan dari dibentuknya KGTI bagi BMKG. Pertama, memberikan masukan dalam pengembangan keilmuan dan teknologi untuk operasional monitoring dan analisis gempa bumi, yang meliputi strategi monitoring, pengolahan, analisis data, modelling, diseminasi, emerging teknologi, dan pengembangan aplikasi, untuk mendukung terwujudnya sistem monitoring, processing dan disseminasi yang andal.
Kedua, memberikan masukan dalam pengembangan keilmuan dan teknologi untuk operasional peringatan dini tsunami, terutama dalam strategi dan kebijakan pengamatan tsunami, pengolahan dan analisis data tsunami, modelling, diseminasi, dan layanan peringatan dini tsunami. “Dan ketiga, memberikan masukan untuk evaluasi kinerja sistem monitoring gempa bumi dan peringatan dini tsunami,” kata Dwikorita.
Dwikorita menyebutkan sejumlah perguruan tinggi yang terlibat dalam konsorsium ini di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), serta beberapa pakar kebumian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Sejumlah manfaat yang diharapkan dari dibentuknya KGTI bagi BMKG. Pertama, memberikan masukan dalam pengembangan keilmuan dan teknologi untuk operasional monitoring dan analisis gempa bumi, yang meliputi strategi monitoring, pengolahan, analisis data, modelling, diseminasi, emerging teknologi, dan pengembangan aplikasi, untuk mendukung terwujudnya sistem monitoring, processing dan disseminasi yang andal.
Kedua, memberikan masukan dalam pengembangan keilmuan dan teknologi untuk operasional peringatan dini tsunami, terutama dalam strategi dan kebijakan pengamatan tsunami, pengolahan dan analisis data tsunami, modelling, diseminasi, dan layanan peringatan dini tsunami. “Dan ketiga, memberikan masukan untuk evaluasi kinerja sistem monitoring gempa bumi dan peringatan dini tsunami,” kata Dwikorita.
(rca)
Lihat Juga :