Momen Adian Napitupulu Sopiri Risma dengan Mobil Klinik Keliling Desa
Kamis, 25 Agustus 2022 - 18:04 WIB
loading...
A
A
A
Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono dan Ketua DPC PDIP Bayu Syahjohan ikut di dalam mobil klinik keliling desa itu. Mereka pun tertawa renyah atas momen itu.
Selanjutnya, Risma kembali memeriksa ambulans dan bedrest yang dipajang di depan mobil. Ketua DPP Ribka Tjiptaning dan Ketua DPD PDIP Ono Surono serta jajaran DPC PDIP Kabupaten Bogor ikut meramaikan momen pemeriksaan kendaraan tersebut.
Sekadar diketahui, hari ini anggota DPR RI Adian Napitupulu yang mewakili Daerah Pemilihan Kabupaten Bogor meluncurkan program Team Medis Keliling Desa yang terdiri dari dokter dan perawat serta tim teknis lapangan yang secara maraton melakukan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, dan kacamata baca gratis selama 219 hari (7 bulan) di 435 desa dengan target 130.000 orang melibatkan 43 mobil ambulans dan minibus klinik berjalan.
"Program maraton selama 7 bulan tanpa henti. Dokternya akan memprogram dengan jadwalnya. Banyak yang bilang ini program tak masuk akal dan berlebihan. Tapi selama berawal dari niat baik, akan kita coba. Kita minta MURI menguji, benar tidak kita mendatangi banyak desa dan pasiennya. Kita minta MURI kalau misalnya mencapai silakan MURI dan Lembaga Prestasi Indonesia mencatatnya," kata Adian.
Dia mengungkapkan setiap ambulans diengkapi kartu nama dan ada nomor kontak. "Nomor pengaduannya ada, kalau ada yang melayani tak bagus bisa laporkan ke nomor itu," tutur Adian.
Selanjutnya, Risma kembali memeriksa ambulans dan bedrest yang dipajang di depan mobil. Ketua DPP Ribka Tjiptaning dan Ketua DPD PDIP Ono Surono serta jajaran DPC PDIP Kabupaten Bogor ikut meramaikan momen pemeriksaan kendaraan tersebut.
Sekadar diketahui, hari ini anggota DPR RI Adian Napitupulu yang mewakili Daerah Pemilihan Kabupaten Bogor meluncurkan program Team Medis Keliling Desa yang terdiri dari dokter dan perawat serta tim teknis lapangan yang secara maraton melakukan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, dan kacamata baca gratis selama 219 hari (7 bulan) di 435 desa dengan target 130.000 orang melibatkan 43 mobil ambulans dan minibus klinik berjalan.
"Program maraton selama 7 bulan tanpa henti. Dokternya akan memprogram dengan jadwalnya. Banyak yang bilang ini program tak masuk akal dan berlebihan. Tapi selama berawal dari niat baik, akan kita coba. Kita minta MURI menguji, benar tidak kita mendatangi banyak desa dan pasiennya. Kita minta MURI kalau misalnya mencapai silakan MURI dan Lembaga Prestasi Indonesia mencatatnya," kata Adian.
Dia mengungkapkan setiap ambulans diengkapi kartu nama dan ada nomor kontak. "Nomor pengaduannya ada, kalau ada yang melayani tak bagus bisa laporkan ke nomor itu," tutur Adian.
Lihat Juga :