Harga BBM dan Belanja Subsidi
Kamis, 25 Agustus 2022 - 17:34 WIB
loading...
A
A
A
Dengan subsidi yang lebh kecil, pertalite mengakomodasi fluktuasi harga BBM tipe pertama yang sepenuhnya diserahkan pada mekanisme pasar. Pertalite diharapkan juga bisa “menggeser’ konsumen BBM jenis premium. Emisi karbon BBM pertalite lebih rendah daripada premium sehingga lebih ramah lingkungan.
Belakangan BBM bersubsidi jenis premium, yang sejak dulu memang disasar oleh segmen masyarakat berpenghasilan rendah, dihapus. Publik kembali dihadapkan pada dua jenis BBM dengan disparitas harga yang sangat kontras. Artinya, pembatasan pertalite sesuai dengan peruntukannya mutlak dilakukan.
Ide pembatasan konsumsi BBM bersubsidi sejatinya bukan barang baru. Dulu pernah muncul wacana penyematan stiker khusus, teknologi RFID (radio frequency identification), bahkan BBM bersubsidi hanya dijual untuk melayani kendaraan umum dan sepeda motor. Belakangan pemerintah mau pakai aplikasi MyPertamina.
Belum sempat konkret diterapkan, berbagai upaya pembatasan konsumsi BBM bersubsidi tersebut menghilang dari peredaran. Penyebabnya bisa ditebak, aneka piranti itu tidak mampu membedakan konsumen - dengan kualifikasi tertentu - yang memang berhak memperoleh BBM bersubsidi.
Kenaikan harga BBM (jika betul-betul ditempuh pemerintah) kali ini harus menjadi momentum dalam membuat formula khusus agar subsidi tepat sasaran. Kecermatan membuat formula subsidi akan menjarangkan frekuensi kenaikan harga BBM bersubsidi pun seandainya harga minyak dunia mengalami kenaikan.
Bukan begitu?
Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
Belakangan BBM bersubsidi jenis premium, yang sejak dulu memang disasar oleh segmen masyarakat berpenghasilan rendah, dihapus. Publik kembali dihadapkan pada dua jenis BBM dengan disparitas harga yang sangat kontras. Artinya, pembatasan pertalite sesuai dengan peruntukannya mutlak dilakukan.
Ide pembatasan konsumsi BBM bersubsidi sejatinya bukan barang baru. Dulu pernah muncul wacana penyematan stiker khusus, teknologi RFID (radio frequency identification), bahkan BBM bersubsidi hanya dijual untuk melayani kendaraan umum dan sepeda motor. Belakangan pemerintah mau pakai aplikasi MyPertamina.
Belum sempat konkret diterapkan, berbagai upaya pembatasan konsumsi BBM bersubsidi tersebut menghilang dari peredaran. Penyebabnya bisa ditebak, aneka piranti itu tidak mampu membedakan konsumen - dengan kualifikasi tertentu - yang memang berhak memperoleh BBM bersubsidi.
Kenaikan harga BBM (jika betul-betul ditempuh pemerintah) kali ini harus menjadi momentum dalam membuat formula khusus agar subsidi tepat sasaran. Kecermatan membuat formula subsidi akan menjarangkan frekuensi kenaikan harga BBM bersubsidi pun seandainya harga minyak dunia mengalami kenaikan.
Bukan begitu?
Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
(bmm)
Lihat Juga :