Podcast Aksi Nyata: Kisah Julianti, Resign dari Perawat hingga Menjadi Pengusaha Baby Spa
Selasa, 23 Agustus 2022 - 07:11 WIB
loading...
A
A
A
Dalam perjanjian tersebut, ia dikontrak selama sepuluh tahun setelah lulus dari beasiswa yang diberikan rumah sakit. Karena keinginan putrinya untuk ditemani saat sekolah, belum genap sepuluh tahun akhirnya ia memutuskan untuk keluar dan harus mendapatkan penalti. "Harusnya dikontrak 10 tahun, akhirnya kita membayar penalti itu," ujarnya.
Namun, Bunda Anti enggan merincikan berapa besar biaya penalti yang harus dibayarkan. "Alhamdulillah, qadarullah, karena kita milih keluarga kita dimudahkan," ucapnya.
Setelah ia resmi resign dari perawat, ia pun menjalani hari-harinya sebagaimana keinginan putrinya untuk menemani bersekolah. Kemudian, ia merasa mempunyai waktu luang untuk bisa produktif jika hanya menemani putrinya bersekolah. Ia pun memutuskan untuk mengikuti kursus pijat bayi atau baby spa.
"Dari situ mendapat sertifikat pelatihan pijat bayi dijalanin tuh home care, dari rumah ke rumah," tutur Bunda Anti.
Setelah usahanya semakin berkembang, dia merasa kewalahan untuk menangani semua pasiennya. Ia pun memutuskan untuk mencari tenaga pembantu dalam usaha pijat bayi tersebut. "Karena dalam sehari sudah bukan lima lagi pasiennya, tapi sepuluh. Dari situ punya karyawan," tandasnya.
Namun, Bunda Anti enggan merincikan berapa besar biaya penalti yang harus dibayarkan. "Alhamdulillah, qadarullah, karena kita milih keluarga kita dimudahkan," ucapnya.
Setelah ia resmi resign dari perawat, ia pun menjalani hari-harinya sebagaimana keinginan putrinya untuk menemani bersekolah. Kemudian, ia merasa mempunyai waktu luang untuk bisa produktif jika hanya menemani putrinya bersekolah. Ia pun memutuskan untuk mengikuti kursus pijat bayi atau baby spa.
"Dari situ mendapat sertifikat pelatihan pijat bayi dijalanin tuh home care, dari rumah ke rumah," tutur Bunda Anti.
Setelah usahanya semakin berkembang, dia merasa kewalahan untuk menangani semua pasiennya. Ia pun memutuskan untuk mencari tenaga pembantu dalam usaha pijat bayi tersebut. "Karena dalam sehari sudah bukan lima lagi pasiennya, tapi sepuluh. Dari situ punya karyawan," tandasnya.
(zik)
Lihat Juga :