PMII Tolak Rencana Kenaikan Harga BBM Subsidi
Minggu, 21 Agustus 2022 - 03:26 WIB
loading...
Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) M. Abdullah Syukri menolak tegas rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan solar. Foto/Dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) M. Abdullah Syukri menolak tegas rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak ( BBM ) bersubsidi seperti Pertalite dan solar. Mereka melihat kenaikan itu akan memberatkan masyarakat.
Abe, panggilan akrabnya, menegaskan wacana itu justru memperparah angka kemiskinan di Indonesia. Ia malah menilai hal itu tidak lepas dari adanya mafia migas. Terlebih berdasarkan catatannya, pendapatan migas di Indonesia surplus.
“Alih-alih hanya mengambil kebijakan di sisi hilir yang langsung berdampak ke masyarakat. Lebih baik baik pemerintah fokus pembenahan di hulu, seperti memberantas sindikat mafia bahan bakar dan pengawasan pendistribusian BBM yang tepat sasaran,” kata Abe dalam siaran pers, Sabtu (20/8/2022).
Baca juga: Puan Ungkap DPR Belum Terima Usulan Kenaikan Harga BBM dari Pemerintah
Sebelumnya, wacana kenaikan harga BBM diungkapkan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan. Hal ini selaras ucapan Presiden Jokowi yang menilai subsidi BBM membebankan APBN yang telah mengeluarkan Rp500 triliun.
Terlepas itu, Abe menilai wacana menaikkan harga Pertalite dan Solar sangat erat berkaitan dengan permainan politik pasar global, serta peran-peran lembaga keuangan internasional. Alasan menyelamatkan APBN dinilai tidak tepat.
Abe, panggilan akrabnya, menegaskan wacana itu justru memperparah angka kemiskinan di Indonesia. Ia malah menilai hal itu tidak lepas dari adanya mafia migas. Terlebih berdasarkan catatannya, pendapatan migas di Indonesia surplus.
“Alih-alih hanya mengambil kebijakan di sisi hilir yang langsung berdampak ke masyarakat. Lebih baik baik pemerintah fokus pembenahan di hulu, seperti memberantas sindikat mafia bahan bakar dan pengawasan pendistribusian BBM yang tepat sasaran,” kata Abe dalam siaran pers, Sabtu (20/8/2022).
Baca juga: Puan Ungkap DPR Belum Terima Usulan Kenaikan Harga BBM dari Pemerintah
Sebelumnya, wacana kenaikan harga BBM diungkapkan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan. Hal ini selaras ucapan Presiden Jokowi yang menilai subsidi BBM membebankan APBN yang telah mengeluarkan Rp500 triliun.
Terlepas itu, Abe menilai wacana menaikkan harga Pertalite dan Solar sangat erat berkaitan dengan permainan politik pasar global, serta peran-peran lembaga keuangan internasional. Alasan menyelamatkan APBN dinilai tidak tepat.
Lihat Juga :