Jika PDIP Mulai Komunikasi Politik Dinilai Akan Mengubah Peta Koalisi
Sabtu, 20 Agustus 2022 - 14:36 WIB
loading...
PDIP baru akan memulai komunikasi politik, ini dinilai akan mengubah perta koalisi yang sudah terbentuk. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sejauh ini sudah ada dua koalisi partai politik (parpol) yang mendeklarasikan diri, yakni Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Partai Gerindra dan PKB.
Sementara Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS masih melakukan penjajakan. Sedangkan PDIP baru akan memulai komunikasi politik.
Baca juga: PDIP Pastikan Berkoalisi di Pilpres 2024
Direktur Eksekutif Indostrategic Ahmad Khoirul Umam melihat, dengan komunikasi politik yang akan dilakukan PDIP, dalam hal ini Puan Maharani, putri Ketua Umum PDIP, yang diterjunkan langsung.
Upaya PDIP ini kata Ahmad Khoirul, akan mengubah kontelasi koalisi yang telah terbentuk. "Tetapi pada saat yang sama tiga kutub yang ada tadi itu berpotensi kemudian mengalami perubahan ulang," kata Umam dalam Polemik MNC Trijaya bertajuk Menakar Gagasan dan Visi Capres 2024, secara daring, Sabtu (20/8/2022).
"Perubahannya di mana? Ketika informasi dari PDIP sendiri akan melakukan komunikasi ke semua arah yang dilakukan oleh Mbak Puan, yang berpotensi mengubah cara pandang dan juga sekaligus mungkin menguatkan," tambahnya.
Baca juga: Persiapan Menuju 2024, PDIP Gembleng DPC Partai
Umam mencontohkan, KIB yang menurutnya masih tersandera oleh keputusan dan sikap politik dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengenai siapa yang akan diusung PDIP menjadi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dari PDIP.
Kata dia, apakah akan mengusung Ganjar Pranowo atau tidak. "Jadi apakah ini mau mengusung Pak Ganjar atau tidak, itu masih bingung," ujarnya.
Apalagi Umam menambahkan, pernyataan disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto, bahwa PDIP akan membangun koalisi dari partai-partai pendukung Presiden Jokowi.
Tetapi uniknya, parpol yang disebutkan Hasto hanya Golkar, PPP, PKB dan Gerindra, tidak sebutkan Nasdem dan juga PAN. Sehingga kata Umam, hal-hal ini sudah menunjukkan kutub koalisi yang akan mengubah KIB.
Sehingga kata dia, ini berpotensi membentuk formasi yang dulu sempat santer diwacanakan, yakni duet Prabowo Subianto dan Puan Maharani.
"Maka formasi Prabowo-Puan potensi ditimbang kembali. Kalau misalkan ini betul-betul terjadi maka mengubah rencana koalisi Gerindra dan PKB dan menggagalkan pencawapresan Cak Imin di situ," tandas Umam.
Sementara Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS masih melakukan penjajakan. Sedangkan PDIP baru akan memulai komunikasi politik.
Baca juga: PDIP Pastikan Berkoalisi di Pilpres 2024
Direktur Eksekutif Indostrategic Ahmad Khoirul Umam melihat, dengan komunikasi politik yang akan dilakukan PDIP, dalam hal ini Puan Maharani, putri Ketua Umum PDIP, yang diterjunkan langsung.
Upaya PDIP ini kata Ahmad Khoirul, akan mengubah kontelasi koalisi yang telah terbentuk. "Tetapi pada saat yang sama tiga kutub yang ada tadi itu berpotensi kemudian mengalami perubahan ulang," kata Umam dalam Polemik MNC Trijaya bertajuk Menakar Gagasan dan Visi Capres 2024, secara daring, Sabtu (20/8/2022).
"Perubahannya di mana? Ketika informasi dari PDIP sendiri akan melakukan komunikasi ke semua arah yang dilakukan oleh Mbak Puan, yang berpotensi mengubah cara pandang dan juga sekaligus mungkin menguatkan," tambahnya.
Baca juga: Persiapan Menuju 2024, PDIP Gembleng DPC Partai
Umam mencontohkan, KIB yang menurutnya masih tersandera oleh keputusan dan sikap politik dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengenai siapa yang akan diusung PDIP menjadi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dari PDIP.
Kata dia, apakah akan mengusung Ganjar Pranowo atau tidak. "Jadi apakah ini mau mengusung Pak Ganjar atau tidak, itu masih bingung," ujarnya.
Apalagi Umam menambahkan, pernyataan disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto, bahwa PDIP akan membangun koalisi dari partai-partai pendukung Presiden Jokowi.
Tetapi uniknya, parpol yang disebutkan Hasto hanya Golkar, PPP, PKB dan Gerindra, tidak sebutkan Nasdem dan juga PAN. Sehingga kata Umam, hal-hal ini sudah menunjukkan kutub koalisi yang akan mengubah KIB.
Sehingga kata dia, ini berpotensi membentuk formasi yang dulu sempat santer diwacanakan, yakni duet Prabowo Subianto dan Puan Maharani.
"Maka formasi Prabowo-Puan potensi ditimbang kembali. Kalau misalkan ini betul-betul terjadi maka mengubah rencana koalisi Gerindra dan PKB dan menggagalkan pencawapresan Cak Imin di situ," tandas Umam.
(maf)
Lihat Juga :