Sosok Abdulkadir Widjojoatmodjo, Orang Indonesia yang Berpihak kepada Belanda
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 14:50 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu sepak terjang Abdulkadir Widjojoatmodjo yang cukup kontroversial adalah kala dirinya menjadi perwakilan delegasi Belanda dalam perjanjian Renville tahun 1948.
Sekadar informasi yang dilansir dari berbagai sumber, usai melanggar perjanjian Linggarjati, Belanda melakukan Agresi Militer dan menyerang beberapa kota di Indonesia. Hal ini lantas membuat PBB membentuk Komisi Tiga Negara (KTN) yang beranggotakan Australia sebagai wakil Indonesia (Richard C. Kirby), Belgia sebagai perwakilan Belanda (Paul Van Zeeland), dan Amerika Serikat sebagai penengah (Prof. Dr. Frank Graham).
Perundingan tersebut dikenal sebagai Perjanjian Renville dan dilakukan di atas kapal Amerika Serikat yang bernama USS Renville, tepatnya pada 17 Januari 1948.
Adapun delegasi Indonesia diwakili oleh Perdana Menteri Amir Syarifudin. Sedangkan delegasi Belanda diwakilkan oleh orang Indonesia bernama Abdulkadir Widjojoatmodjo.
Usut punya usut, penempatan orang Indonesia sebagai delegasi Belanda ini disinyalir sebagai strategi Belanda untuk memberikan kesan kepada dunia Internasional bahwa konflik yang terjadi hanyalah masalah dalam negeri, sehingga negara lain tidak perlu ikut campur.
Sekadar informasi yang dilansir dari berbagai sumber, usai melanggar perjanjian Linggarjati, Belanda melakukan Agresi Militer dan menyerang beberapa kota di Indonesia. Hal ini lantas membuat PBB membentuk Komisi Tiga Negara (KTN) yang beranggotakan Australia sebagai wakil Indonesia (Richard C. Kirby), Belgia sebagai perwakilan Belanda (Paul Van Zeeland), dan Amerika Serikat sebagai penengah (Prof. Dr. Frank Graham).
Perundingan tersebut dikenal sebagai Perjanjian Renville dan dilakukan di atas kapal Amerika Serikat yang bernama USS Renville, tepatnya pada 17 Januari 1948.
Adapun delegasi Indonesia diwakili oleh Perdana Menteri Amir Syarifudin. Sedangkan delegasi Belanda diwakilkan oleh orang Indonesia bernama Abdulkadir Widjojoatmodjo.
Usut punya usut, penempatan orang Indonesia sebagai delegasi Belanda ini disinyalir sebagai strategi Belanda untuk memberikan kesan kepada dunia Internasional bahwa konflik yang terjadi hanyalah masalah dalam negeri, sehingga negara lain tidak perlu ikut campur.
Lihat Juga :