Soal Ucapan Ketum PPP Beri Amplop ke Kiai, Gus Miftah: Anda Menghina Kiai, Minta Maaf!
Kamis, 18 Agustus 2022 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ketum PPP Suharso Monoarfa Dorong Pemuda Indonesia Miliki Mental Pemenang
"Tidak ada permintaan kiai kepada para santri dan jamaah kalau sowan harus kasih amplop atau apa pun, kalau toh ada itu justru inisiatif dari santri atau jamaah yang sifatnya sukarela sebagai rasa mahabbah seorang santri kepada kiai," tegas Gus Miftah.
Gus Miftah menyebut, sudah menjadi kelaziman para tokoh politik memanfaatkan kiai untik kepentingan tertentu. "Kiai selama ini hanya terkesan dimanfaatkan. Kalau butuh mereka sowan kiai, selesai butuhnya kembali meninggalkan kiai," terangnya.
"Persis seperti daun salam dan laos, kalau masak sayur dicari pertama kali, sayurnya matang daun salam dan laosya dibuang pertama kali," imbuh Gus Miftah.
Seperti diketahui, Suharso dalam pidato pembekalan antikorupsi menceritakan pengalaman pribadinya kala bertandang ke sebuah pondok pesantren. Saat itu, Suharso mengaku masih menjadi Plt Ketua Umum PPP.
Dalam tandangan tersebut, Suharso meminta doa dan restu pada kiai. Selepas kunjungan, dia mendapat pesan singkat dari salah satu pengurus. "Tak lama kemudian, saya dikirimi pesan, di-WhatsApp, 'Pak Plt, tadi ninggali apa nggak untuk kiai?'" ujarnya.
"Tidak ada permintaan kiai kepada para santri dan jamaah kalau sowan harus kasih amplop atau apa pun, kalau toh ada itu justru inisiatif dari santri atau jamaah yang sifatnya sukarela sebagai rasa mahabbah seorang santri kepada kiai," tegas Gus Miftah.
Gus Miftah menyebut, sudah menjadi kelaziman para tokoh politik memanfaatkan kiai untik kepentingan tertentu. "Kiai selama ini hanya terkesan dimanfaatkan. Kalau butuh mereka sowan kiai, selesai butuhnya kembali meninggalkan kiai," terangnya.
"Persis seperti daun salam dan laos, kalau masak sayur dicari pertama kali, sayurnya matang daun salam dan laosya dibuang pertama kali," imbuh Gus Miftah.
Seperti diketahui, Suharso dalam pidato pembekalan antikorupsi menceritakan pengalaman pribadinya kala bertandang ke sebuah pondok pesantren. Saat itu, Suharso mengaku masih menjadi Plt Ketua Umum PPP.
Dalam tandangan tersebut, Suharso meminta doa dan restu pada kiai. Selepas kunjungan, dia mendapat pesan singkat dari salah satu pengurus. "Tak lama kemudian, saya dikirimi pesan, di-WhatsApp, 'Pak Plt, tadi ninggali apa nggak untuk kiai?'" ujarnya.
Lihat Juga :