Keterlibatan BUMN dan Swasta Bisa Perkuat Ketahanan Pangan
Selasa, 16 Agustus 2022 - 21:56 WIB
loading...
Keterlibatan BUMN dan swasta diyakini bisa memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Keterlibatan BUMN dan swasta diyakini bisa memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Langkah pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatkan produksi pangan lokal dan substitusi komoditi pangan impor untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dinilai positif.
Dipadu dengan langkah lain, cara tersebut berbuah ketahanan pangan yang tangguh selama pandemi Covid-19. Mencapai dan mempertahankan prestasi itu tidak mudah.
"Dalam jangka pendek, saya lebih mendorong peran BUMN dan swasta yang punya HGU (Hak Guna Usaha) ditugasi (memproduksi pangan)," ujar Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Sutarto Alimoeso dihubungi, Minggu (14/8/2022).
Baca juga: Penghargaan IRRI Bisa Jadi Penyemangat Pertanian Indonesia
Sebab, swasta dan BUMN yang memiliki HGU itu juga ada program replanting. Penanaman kembali itu bisa diselingi dengan tanaman pangan, seperti jagung, kedelai, dan sorgum.
Dia menekankan bahwa dengan menggandeng pihak swasta dan BUMN pemerintah tidak lagi hanya mengandalkan petani dalam ketersediaan pangan. "Beri tugas BUMN dan swasta yang memiliki HGU lahan ratusan ribu, bahkan jutaan hektare (untuk memproduksi pangan),” kata Sutarto, mantan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian ini.
Dipadu dengan langkah lain, cara tersebut berbuah ketahanan pangan yang tangguh selama pandemi Covid-19. Mencapai dan mempertahankan prestasi itu tidak mudah.
"Dalam jangka pendek, saya lebih mendorong peran BUMN dan swasta yang punya HGU (Hak Guna Usaha) ditugasi (memproduksi pangan)," ujar Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Sutarto Alimoeso dihubungi, Minggu (14/8/2022).
Baca juga: Penghargaan IRRI Bisa Jadi Penyemangat Pertanian Indonesia
Sebab, swasta dan BUMN yang memiliki HGU itu juga ada program replanting. Penanaman kembali itu bisa diselingi dengan tanaman pangan, seperti jagung, kedelai, dan sorgum.
Dia menekankan bahwa dengan menggandeng pihak swasta dan BUMN pemerintah tidak lagi hanya mengandalkan petani dalam ketersediaan pangan. "Beri tugas BUMN dan swasta yang memiliki HGU lahan ratusan ribu, bahkan jutaan hektare (untuk memproduksi pangan),” kata Sutarto, mantan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian ini.
Lihat Juga :