Anggota Komisi I DPR Ingatkan Masyarakat Hati-hati dengan Pinjaman Online
Selasa, 16 Agustus 2022 - 20:50 WIB
loading...
A
A
A
"Yang sangat fenomenal zaman ini ialah P2P lending atau pinjaman online. Dalam menggunakan pinjaman online ini, harus bijak dalam memilah risiko besaran bunga yang disanggupi, agar tidak menjadi malapetaka pada akhirnya," kata Aida Rezalina.
Narasumber lain, Direktur Utama BPRS Kabupaten Purbalingga Sri Aprilliawati memaparkan strategi menyikapi fintech pinjaman. Pertama, menetapkan tujuan keuangan yakni memprioritaskan penggunaan fintech untuk keperluan produktif. Kedua, besar angsuran maksimal 30% dari pendapatan. Ketiga, memastikan fintech terdaftar dan diawasi OJK dan mudah dihubungi. Keempat,cek syarat yang diminta dan pastikan data privasi terjaga. Kelima, transparansi data.
Baca juga: Awas! Banyak Anak Muda Terjerat Pinjol, Ini Penyebabnya
"Fintech dapat dimanfaatkan untuk investasi pengembangan dana dan juga mencapai produktivitas hidup dan kebebasan finansial jika digunakan dengan bijak," kata Sri Aprilliawati.
Sementara itu, Dirjen Aptika Kemkominfo Samuel Abrijani berharap acara yang dihadiri lebih dari 250 orang ini diharapkan masyarakat tidak lagi terjebak ke penipuan digital dan pinjaman online yang memiliki bunga sangat tinggi.
Narasumber lain, Direktur Utama BPRS Kabupaten Purbalingga Sri Aprilliawati memaparkan strategi menyikapi fintech pinjaman. Pertama, menetapkan tujuan keuangan yakni memprioritaskan penggunaan fintech untuk keperluan produktif. Kedua, besar angsuran maksimal 30% dari pendapatan. Ketiga, memastikan fintech terdaftar dan diawasi OJK dan mudah dihubungi. Keempat,cek syarat yang diminta dan pastikan data privasi terjaga. Kelima, transparansi data.
Baca juga: Awas! Banyak Anak Muda Terjerat Pinjol, Ini Penyebabnya
"Fintech dapat dimanfaatkan untuk investasi pengembangan dana dan juga mencapai produktivitas hidup dan kebebasan finansial jika digunakan dengan bijak," kata Sri Aprilliawati.
Sementara itu, Dirjen Aptika Kemkominfo Samuel Abrijani berharap acara yang dihadiri lebih dari 250 orang ini diharapkan masyarakat tidak lagi terjebak ke penipuan digital dan pinjaman online yang memiliki bunga sangat tinggi.
(abd)
Lihat Juga :