Pengamat Nilai Politik Gagasan yang Ditawarkan KIB Sangat Fundamental

Senin, 15 Agustus 2022 - 13:16 WIB
loading...
Pengamat Nilai Politik Gagasan yang Ditawarkan KIB Sangat Fundamental
Penyampaian visi-misi KIB di Surabaya, Jawa Timur, Minggu 14 Agustus 2022. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Politik berbasis ide, gagasan, dan rasionalitas program, seperti yang ditawarkan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) , adalah hal yang sangat penting dan fundamental. Hal ini dikatakan oleh pengamat politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman.

"Mengapa demikian, jelang 2024 setidaknya setahun terakhir ini. Kita dipertontonkan dengan prosesi politik elektoral yang hanya menekankan pada popularitas, elektabilitas, tanpa kekuatan ide dan gagasan," kata Airlangga saat memberi tanggapan atas penyampaian visi-misi KIB di Surabaya, Senin (15/8/2022).

Baca juga: Pengamat soal Pernyataan Airlangga: KIB Sasar Pendukung Jokowi

Dijelaskan Airlangga, ketika politik hanya didorong oleh elektabilitas, popularitas saja, maka sangat memungkinkan munculnya politik identitas, polarisasi identitas, dan politik pencitraan.

Politik identitas atau polarisasi identitas dan pencitraan politik , menurut Airlangga adalah sihir politik bagi rakyat Indonesia.

"Saya bilang itu adalah sihir politik, karena hanya memperdaya, merayu dan memikat. Tapi memecah belah, tidak memberikan manfaat apa-apa bagi rakyat indonesia dan juga ekslusif, tidak inklusif," ucapnya.

"Kita membutuhkan tongkat Nabi Musa untuk menghadapinya, yaitu rasionalitas, ide, gagasan, program. Sesuatu yang inklusif di mana semua warga Indonesia bisa terlibat di dalamnya, tidak memecah belah dan bisa menyehatkan masa depan rakyat Indonesia," tambahnya.

Baca juga: KIB Buka Pintu Parpol Lain yang Ingin Bergabung

Airlangga beranggapan, momen politik KIB ini adalah bagian dari rediscovery for our politicall way, atau penemuan kembali jalur politik.

"Karena Republik ini adalah Republik Indonesia yang dibangun oleh akal budi. Republik yang dibangun oleh intelektualitas, kebijaksanaan, dan semangat untuk bekerja. Oleh karena itu ide dan gagasan menjadi sesuatu hal yang utama untuk diperjuangkan," tegasnya.

Ke depan menurut Airlangga, upaya memilih pemimpin Indonesia memang harus dengan mengusung ide, gagasan dan rasionalitas. "Kita tidak hanya memilih pemimpin yang memiliki konstituen besar, tapi kita memilih pemimpin yang layak untuk memimpin Republik Indonesia," tuturnya.

Tahapan selanjutnya yang harus diperjuangkan lebih dalam oleh KIB menurut Airlangga adalah, memperkuat kualitas demokrasi. Menjelang Pemilu 2024, KIB harus mengajak elite politik dan siapa pun yang ingin menjadi presiden, dipertemukan dan diuji secara kritis oleh rakyat, masyarakat sipil, intelektual dan akademisi.

"Saya berharap, ide, gagasan, rasionalitas yang menjadi prinsip visi dan misi KIB ini bisa menjadi matahari kesadaran dari politik indonesia, menjadi pohon beringin yang meneduhkan yang akarnya kuat di bumi Indonesia dan selanjutnya menjadi kiblatnya arah Republik Indonesia," tutup Airlangga.
(maf)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1167 seconds (10.55#12.26)