Kisah Cinta Jenderal Polisi yang Tak Pernah Menyakiti Hati Sang Istri

Minggu, 14 Agustus 2022 - 07:00 WIB
loading...
Kisah Cinta Jenderal...
Foto keluarga mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Adang Daradjatun dan Nunun Nurbaetie. FOTO/REPRO BUKU LOVE STORY KISAH CINTA TOKOH-TOKOH TERKEMUKA
A A A
JAKARTA - Adang Daradjatun dan Nunun Nurbaetie muda tak dapat menyembunyikan getar-getar di dada. Meski masing-masing telah memiliki tambatan hati, tapi keduanya merasa telah saling jatuh cinta pada pandangan pertama.

Perjumpaan perdana Komjen Pol (Purn) Adang Daradjatun dan Nunun Nurbaetie tak sengaja. Adang yang sedang menjalani pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Sukabumi, Jawa Barat, berkunjung ke rumah teman karibnya yang ternyata adalah sepupu Nunun. Keduanya kemudian berkenalan.

"Pada pandangan pertama, kita saling menaruh perhatian walaupun kami belum tahu bisa menjalin hingga jangka panjang, bahkan membangun sebuah keluarga," tutur Nunun dalam tulisan berjudul Asmara Tanpa Kata pada Pandangan Pertama dalam buku Love Story Kisah Cinta Tokoh-Tokoh Terkemuka yang diterbitkan Harian Seputar Indonesia pada 2009, dikutip, Minggu (14/8/2022).

Pertemuan demi pertemuan semakin menebalkan rasa cinta, hingga keduanya tak mampu lagi menyembunyikannya. Keduanya pun menjadi sepasang kekasih meski kata cinta tak terucap dari bibir Adang Daradjatun. Nunun paham bahwa pujaan hatinya bukanlah tipe yang mudah menyatakan perasaan kepada pasangan, tapi cinta itu diwujudkan dalam bentukan perhatian yang luar biasa.

"Saya rasa itu anugerah dari Allah. Ternyata dia dilahirkan untuk saya dan saya pun dilahirkan untuk dia," ucap Nunun.

Di saat cinta sedang tumbuh bersemi, Adang dan Nunun harus ikhlas menjalani hubungan jarak jauh. Nunun yang merupakan perempuan kelahiran Sukabumi, 28 September 1951, harus melanjutkan sekolah di Jakarta. Sementara Adang tetap berada di Sukabumi untuk menyelesaikan pendidikan Taruna Kepolisian.

Untuk menyiasatinya, Nunun rela pulang sepekan sekali ke Sukabumi. Selain bertemu orang tua dan keluarga, kepulangan Nunun juga untuk melepas rindu dengan sang kekasih, Adang Daradjatun.

Namun seminggu sekali tidak cukup untuk meredam rindu yang membara. Hampir setiap hari keduanya saling berkirim surat. Kehadiran surat-surat itu menjadi penghibur hati yang sepi.

"Surat saya panjang dan puitis. Tapi, kalau Bapak, balasannya biasa saja. Lebih banyak nasihat," tutur Nunun.

Cemburu yang disebut sebagai bumbu sebuah percintaan juga dialami oleh pasangan Adang dan Nunun. Namun jika biasanya wanita yang cemburuan, tapi malah Adang Daradjatun yang kelak menjadi Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) ini yang kerap menunjukkannya.

Latar belakang keluarga yang berbeda juga membuat keduanya hanya memiliki sedikit persamaan. Adang berasal dari keluarga bangsawan dan pejabat, sedangkan Nunun dari keluarga pedagang. Namun banyaknya perbedaan itu malah membuat hubungan keduanya semakin erat. Dalam perbedaan itu, Adang dan Nunun bisa merasakan ketergantungan dan saling membutuhkan.

Setelah tiga tahun penjajakan, Adang dan Nunun akhirnya memutuskan untuk membina rumah tangga. Keduanya menikah pada 1972 di Sukabumi dengan pesta adat Sunda. Adang dan Nunun menghabiskan bulan madu di perkebunan di daerah Pelabuhan Ratu.

"Di sana kita naik kuda dan menikmati pemandangan alam. Rasanya sangat bahagia dan menyenangkan," tutur Nunun.

Meski sudah berumah tangga, lulusan AKABRI tahun 1971 itu tak kemudian mengumbar kata-kata cinta kepada Nunun. Dia hanya menyatakan ketika di tempat-tempat istimewa yang tidak banyak orang. Hal itu tidak membuat Nunun kecewa. Ia melihat bahwa hal itu adalah bagian dari tanggung jawab dengan kedudukan yang diemban suaminya.

"Saya melihat lebih dari ucapan cinta. Saya tidak akan dapat lagi orang seperti bapak," katanya.

"Suami saya sampai saat ini tidak pernah melakukan hal-hal yang menyakiti hati saya," kata Nunun sambil melihat foto suaminya yang terpajang di ruang tamunya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Wamenkum Ungkap Alasan...
Wamenkum Ungkap Alasan Usia Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang
Rekrutmen Polri 2026...
Rekrutmen Polri 2026 Ketat dan Transparan, Banyak Anak Jenderal Tak Lolos Seleksi
Panja RUU Polri Sepakati...
Panja RUU Polri Sepakati Usia Pensiun Polisi, Jenderal Bintang 4 Bisa 61 Tahun
1 Brigjen dan 2 Kombes...
1 Brigjen dan 2 Kombes Digeser ke Divkum Polri usai Mutasi Mei 2026
2 Perwira Polri Digeser...
2 Perwira Polri Digeser ke Baintelkam setelah Mutasi Mei 2026
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
3 Mantan Kapolda Jabar...
3 Mantan Kapolda Jabar yang Duduk di Kabinet Prabowo, 1 di Antaranya Wakapolri
Profil Irjen Pol Arif...
Profil Irjen Pol Arif Budiman, Jenderal Brimob yang Kini Menjabat Kapolda Maluku Utara
Rekomendasi
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Cari 38 Finalis Terbaik, Audisi Terakhir Digelar di Jakarta
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Haul Akbar Ulama Betawi,...
Haul Akbar Ulama Betawi, Gus Muhaimin Urai Peran Besar Ulama Bangun Bangsa
Berita Terkini
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo akan Ajukan Penangguhan Penahanan
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved