Profil Benny Mamoto, Anggota Kompolnas yang Jadi Sorotan Gara-gara Pernyataan soal Kasus Brigadir J
Kamis, 11 Agustus 2022 - 17:11 WIB
loading...
A
A
A
Atas ketidaksesuaian pernyataan dengan hasil akhir penyidikan Polri, muncul desakan agar Benny Mamoto diperiksa. Seperti disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD yang meminta agar pihak yang memberikan keterangan salah ke publik di awal kasus kematian Brigadir J untuk diperiksa. Mereka diperiksa dalam rangka dugaan adanya pelanggaran etik maupun pidana.
Profil Benny Mamoto
Mengutip situs resmi Kompolnas, Benny Mamoto lahir di Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, 7 Juni 1955. Nama lengkapnya Benny Josua Mamoto. Setelah besar, Benny menempuh pendidikan di Akademi Polisi (Akpol) dan lulus pada 1977.
Benny Mamoto tergolong senang dengan dunia akademik yang ditunjukkan dengan deretan gelar di depan dan belakang namanya. Irjen Pol (Purn) Dr Benny Josua Mamoto, SH, MSi. Polisi yang lama di Reserse ini meraih Sarjana (S1) Hukum dari Universitas Krisnadwipayana pada 1992. Benny kemudian melanjutkan pendidikan S2 dan S3 Program Studi Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia (UI).
Saat menjabat Anggota Kompolnas, Benny Mamoto pernah menduduki sejumlah jabatan. Dari mulai penyidik Densus 88 Antiteror Polri, Kepala Unit I/Keamanan Negara-Separatis, Dit I/Kamtrannas Bareskrim Polri (2001), Wakil Direktur II/Ekonomi & Khusus Bareskrim Polri (2006), Wakil Sekretaris NCB-Interpol Indonesia (2007-2009), Direktur Badan Narkotika Nasional–BNN (2009–2012) berpangkat Brigadir Jenderal hingga Deputi Pemberantasan Narkotika BNN berpangkat Inspektur Jenderal (2012-2013).
Selama berkarier di Kepolisian, Benny Mamoto juga pernah mendapatkan tugas-tugas di luar negeri. Antara lain mengikuti kursus counter terroism JICA Jepang, memimpin operasi pembebasan sandera di Filipina, penyerahan tahanan buronan tentara Timor Leste ke Dili, hingga melakukan penyelidikan kasus BLBI ke Los Angeles, Amerika Serikat.
Pernyataan Lengkap Benny Mamoto soal Kematian Brigadir J
Berikut ini pernyataan Benny Mamoto sebagai anggota Kompolnas kepada media pada awal mencuatnya kasus Brigadir J:
Kebetulan tadi saya turun langsung, mendengar dari tim penyidik dari Polres Jakarta Selatan. Saya perlu turun karena banyaknya silang informasi yang membuat bingung masyarakat, hingga saya turun langsung, mendengar langsung, melihat langsung bukti-bukti yang ada, termasuk foto-foto yang ada.
Jadi kasus ini memang berawal dari terjadinya pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J, dia masuk ke kamar, kemudian istrinya Div Propam teriak. Brigadir E itu dengar, langsung turun untuk mengecek ada kejadian apa. Setelah turun ternyata di situ ditemui ada Brigadir J yang justru malah menodongkan senjata kemudian melakukan tembakan. Nah kemudian terjadilah tembak-menembak yang akhirnya Brigadir J meninggal dunia.
Profil Benny Mamoto
Mengutip situs resmi Kompolnas, Benny Mamoto lahir di Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, 7 Juni 1955. Nama lengkapnya Benny Josua Mamoto. Setelah besar, Benny menempuh pendidikan di Akademi Polisi (Akpol) dan lulus pada 1977.
Benny Mamoto tergolong senang dengan dunia akademik yang ditunjukkan dengan deretan gelar di depan dan belakang namanya. Irjen Pol (Purn) Dr Benny Josua Mamoto, SH, MSi. Polisi yang lama di Reserse ini meraih Sarjana (S1) Hukum dari Universitas Krisnadwipayana pada 1992. Benny kemudian melanjutkan pendidikan S2 dan S3 Program Studi Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia (UI).
Saat menjabat Anggota Kompolnas, Benny Mamoto pernah menduduki sejumlah jabatan. Dari mulai penyidik Densus 88 Antiteror Polri, Kepala Unit I/Keamanan Negara-Separatis, Dit I/Kamtrannas Bareskrim Polri (2001), Wakil Direktur II/Ekonomi & Khusus Bareskrim Polri (2006), Wakil Sekretaris NCB-Interpol Indonesia (2007-2009), Direktur Badan Narkotika Nasional–BNN (2009–2012) berpangkat Brigadir Jenderal hingga Deputi Pemberantasan Narkotika BNN berpangkat Inspektur Jenderal (2012-2013).
Selama berkarier di Kepolisian, Benny Mamoto juga pernah mendapatkan tugas-tugas di luar negeri. Antara lain mengikuti kursus counter terroism JICA Jepang, memimpin operasi pembebasan sandera di Filipina, penyerahan tahanan buronan tentara Timor Leste ke Dili, hingga melakukan penyelidikan kasus BLBI ke Los Angeles, Amerika Serikat.
Pernyataan Lengkap Benny Mamoto soal Kematian Brigadir J
Berikut ini pernyataan Benny Mamoto sebagai anggota Kompolnas kepada media pada awal mencuatnya kasus Brigadir J:
Kebetulan tadi saya turun langsung, mendengar dari tim penyidik dari Polres Jakarta Selatan. Saya perlu turun karena banyaknya silang informasi yang membuat bingung masyarakat, hingga saya turun langsung, mendengar langsung, melihat langsung bukti-bukti yang ada, termasuk foto-foto yang ada.
Jadi kasus ini memang berawal dari terjadinya pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J, dia masuk ke kamar, kemudian istrinya Div Propam teriak. Brigadir E itu dengar, langsung turun untuk mengecek ada kejadian apa. Setelah turun ternyata di situ ditemui ada Brigadir J yang justru malah menodongkan senjata kemudian melakukan tembakan. Nah kemudian terjadilah tembak-menembak yang akhirnya Brigadir J meninggal dunia.
Lihat Juga :