Kisah Nyimas Utari, Mata-Mata Pembunuh Jenderal VOC

Kamis, 11 Agustus 2022 - 12:53 WIB
loading...
Kisah Nyimas Utari,...
Nyimas Utari, nama yang mungkin jarang dikenal masyarakat umum. Foto DOK SINDOnews
A A A
JAKARTA - Nyimas Utari, nama yang mungkin jarang dikenal masyarakat umum. Sosok perempuan ini diketahui sebagai seorang agen intelijen Kerajaan Mataram . Pada penyebutannya di zaman dulu, pekerjaannya ini disebut sebagai ‘Telik Sandi’.

Layaknya seorang intelijen , tugas Nyimas Utari adalah menjadi mata-mata untuk mengumpulkan berbagai informasi yang berkaitan dengan musuh. Namun, dalam sepak terjangnya sebagai mata-mata, Nyimas Utari pernah menangani sebuah tugas yang cukup berat.

Baca juga : Kisah Nyimas Utari, Telik Sandi Cantik dari Mataram yang Memenggal Kepala Gubernur Jenderal JP Coen

Kala itu, Sultan Agung memberinya tugas untuk membunuh Gubernur Jenderal VOC, Jan Pieterszoon Coen atau biasa dikenal J.P. Coen. Sebagai bentuk penyamaran, Nyimas Utari berkamuflase menjadi seorang penyanyi di klub perkumpulan perwira VOC.

Dikutip dari situs Perpusnas, masuknya Nyimas Utari menjadi salah satu penyanyi klub perwira VOC tidak terjadi begitu saja. Dalam hal ini, terdapat campur tangan dari asisten JP Coen, yaitu Wong Agung Aceh.

Pada misi sulit dan berbahaya ini, Nyimas Utari akhirnya bisa membunuh Jenderal VOC JP Coen. Tepatnya pada 20 September 1629. Dalam pembunuhan berencana ini, JP Coen terbunuh karena menenggak minuman yang sudah dicampuri racun arsenik.

Setelah memastikan kematian JP Coen, Nyimas Utari lantas memenggal kepalanya dan menyerahkannya kepada Wong Agung Aceh. Selanjutnya, kepala tersebut dibawa ke luar benteng untuk diserahkan kepada Tumenggung SuroTani dan Bagus Wanabaya.

Saat tiba di Mataram, Sultan Agung memerintahkan untuk mengawetkan kepala JP Coen. Nantinya, penggalan kepala tersebut akan dikubur di tengah tangga yang menuju makam Sultan Agung.

Baca juga : Nyimas Gamparan, Pimpin Pendekar Perempuan Banten Melawan Belanda hingga Kalang Kabut

Usut punya usut, keberhasilan Nyimas Utari juga disebabkan kelengahan JP Coen sendiri. Saat itu, Jenderal VOC ini sedang depresi karena baru saja kehilangan istri dan anaknya yang dibunuh.

Lebih lanjut, semua intrik dan perencanaan mendalam ini ternyata dibuat atas inisiasi Bagus Wanabaya, ayah dari Nyimas Utari. Sebelumnya, dia juga pernah menyematkan misi berbahaya ini kepada istrinya, Roro Pembayun.

Saat itu, Roro Pembayun berkamuflase sebagai penari jalanan dalam upaya Mataram Kotagedhe untuk menaklukan Mangir.

Setelah kematiannya, Nyimas Utari dimakamkan di Tapos dan dinaungi pohon beringin besar yang tumbuh miring, seolah memberi penghormatan.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Profil Brigjen Muhammad...
Profil Brigjen Muhammad Nas, Ahli Intelijen yang Diangkat Jadi Kapuspen TNI
Pergerakan Kapal Perang...
Pergerakan Kapal Perang Asing di Selat Malaka Meningkat, Asintel Panglima TNI Kumpulkan Dansat dan Intelijen di Kepri
TNI AD Kirim 104 Perwira...
TNI AD Kirim 104 Perwira ke Pakistan, Ikuti Pendidikan Operasi Perang hingga Intelijen
Eks Kabais TNI: Pernyataan...
Eks Kabais TNI: Pernyataan Saiful Mujani dan Islah Bahrawi Bisa Dianggap sebagai Ancaman
Intelijen China Disebut...
Intelijen China Disebut Terkuat di Dunia, Pengamat Militer: Punya Kemampuan Desepsi Tinggi Sekali
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Siapa Bill Pulte? Direktur...
Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Jadi Agen Rahasia
Rekomendasi
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Dapat Jalur Relatif Mudah ke Semifinal Piala Dunia 2026
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Berita Terkini
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Infografis
3 Pangdam Jebolan Akmil...
3 Pangdam Jebolan Akmil 1992 Teman Satu Angkatan KSAD Jenderal TNI Maruli
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved