Sering Berubah, Doni Monardo: WHO Tak Bisa Diikuti Mentah-Mentah

Senin, 29 Juni 2020 - 13:52 WIB
loading...
Sering Berubah, Doni...
Kepala BNPB sekaligus Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan imbauan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO tidak serta merta diterapkan di Indonesia. Hal ini disampaikan menanggapi adanya imbauan baru WHO bahwa tidak diperlukan tes dua kali untuk Covid-19 dalam waktu tertentu.

Menurut Doni, harus dilakukan kajian terlebih dahulu sebelum melaksanakan imbauan tersebut. Apalagi menurutnya pernyataan WHO sering berubah-ubah. Salah satunya soal OTG yang disebut memiliki risiko penularan kecil. Padahal, di Indonesia jumlah OTG mencapai antara 70% hingga mendekati 90%.

(Baca: BNPB Imbau Siaga dan Waspada Banjir di Beberapa Wilayah Indonesia)

“Mereka (OTG) ini tidak apa-apa. Menjadi sangat berisiko ketika dia menyentuh orang tua dan orang dengan penyakit komorbid. WHO telah merevisi pernyataan mereka. Pernyataan WHO itu sering berubah-ubah terus,” ungkap Doni seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/6/2020).

Doni menuturkan bahwa OTG harus diisolasi. Jika tidak maka akan sangat berbahaya karena bisa menjadi silent killer.

“Oleh WHO pernah dimuat mungkin dua minggu yang lalu. Kita sudah diskusi, apa nggak salah nih WHO. Ternyata bener diralat lagi sama WHO . Itu saja mungkin penjelasannya mengenai WHO. WHO berubah-ubah terus kok.,” tuturnya.

(Baca: Covid-19 Dunia 29 Juni: 10,1 Juta Kasus, 501.281 Meninggal, 5 Juta Sembuh)

Dia menegaskan tidak akan secara mentah-mentah menjalankan imbauan WHO. Jika tanpa kajian dampaknya bisa fatal bagi Indonesia.

”Pemberitahuan dari WHO perlu kita kaji sesuai kondisi di negara kita. Kalau kita ikuti mentah-mentah, dampaknya kita pasti akan terjadi penularan yang lebih banyak lagi,” pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPOM dan WHO Perkuat...
BPOM dan WHO Perkuat Kolaborasi Pengawasan Obat dan Makanan
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
814 Bencana Terjadi...
814 Bencana Terjadi Sepanjang 2026, BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Mendominasi
Kepala BPOM Beberkan...
Kepala BPOM Beberkan Capaian WHO Listed Authority di National University of Singapore
Apel Kesiapsiagaan Karhutla...
Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Riau, Menko Polkam: Negara Komitmen Pencegahan Dini
Hujan Deras Intai Indonesia...
Hujan Deras Intai Indonesia hingga Sepekan ke Depan, BNPB: Minta Masyarat Waspada
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
BNPB Sebut Cuaca Ekstrem...
BNPB Sebut Cuaca Ekstrem Picu Banjir di Sejumlah Wilayah di Indonesia
Rekomendasi
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Jerman vs Curacao: Sang...
Jerman vs Curacao: Sang Debutan Jadi Ujian Perdana Die Mannschaft
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved