Tangani Kebobrokan Polisi, Ini Wejangan Soeharto Kepada Kapolri
Jum'at, 05 Agustus 2022 - 08:23 WIB
loading...
A
A
A
Soeharto tak langsung memberikan jawaban. Ia merenung cukup lama sambil bersandar di kursi kesayangannya. Kunarto yang telah siap dengan alat tulis untuk mencatat masukan dari Pak Harto pun ikut tenggelam dalam diam. Mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat (1989-1990) itu berharap mendapat petunjuk seperti wejangan Prabu Rama kepada Wibisono, yang dalam pewayangan dikenal sebagai Hasta Brata.
Tiga menit berlalu, Presiden Soeharto masih merenung dalam posisi bersandar di kursi. Ia lalu duduk tegak dan mengambil rokok klobot (irisan tembakau dibungkus daun jagung) dan menyalakannya. Setelah isapan ketiga, Pak Harto baru bersuara. Tak banyak yang diucapkan. Hanya kalimat pendek.
"Itu tidak sulit ya Kunarto, yang penting kamu baik. Asal kamu baik, maka semua akan baik," kata Soeharto.
Baca juga: Kisah Soeharto Tanpa Rompi Antipeluru Kunjungi Negeri Perang Bosnia Herzegovina
Kunarto tak langsung merespons karena masih menunggu kelanjutannya. Namun setelah ditunggu beberapa saat Presiden Soeharto kembali berkata pendek.
"Ya, itu saja," katanya singkat.
Setelah mendapatkan wejangan itu, Kunarto langsung pamit dan keluar ruangan. Mantan Wakapolda Metro Jaya (1986) itu berjanji dalam hati untuk melaksanakan perintah Presiden Soeharto. Dari wejangan itu, Kunarto yang resmi menjadi Kapolri (1991-1993) mengajak warga Polri untuk berikrar, "Tekadku Pengabdian Terbaik".
Tiga menit berlalu, Presiden Soeharto masih merenung dalam posisi bersandar di kursi. Ia lalu duduk tegak dan mengambil rokok klobot (irisan tembakau dibungkus daun jagung) dan menyalakannya. Setelah isapan ketiga, Pak Harto baru bersuara. Tak banyak yang diucapkan. Hanya kalimat pendek.
"Itu tidak sulit ya Kunarto, yang penting kamu baik. Asal kamu baik, maka semua akan baik," kata Soeharto.
Baca juga: Kisah Soeharto Tanpa Rompi Antipeluru Kunjungi Negeri Perang Bosnia Herzegovina
Kunarto tak langsung merespons karena masih menunggu kelanjutannya. Namun setelah ditunggu beberapa saat Presiden Soeharto kembali berkata pendek.
"Ya, itu saja," katanya singkat.
Setelah mendapatkan wejangan itu, Kunarto langsung pamit dan keluar ruangan. Mantan Wakapolda Metro Jaya (1986) itu berjanji dalam hati untuk melaksanakan perintah Presiden Soeharto. Dari wejangan itu, Kunarto yang resmi menjadi Kapolri (1991-1993) mengajak warga Polri untuk berikrar, "Tekadku Pengabdian Terbaik".
Lihat Juga :