Reshuffle Kabinet Bisa Jadi Hanya Gimmick Politik Jokowi
Senin, 29 Juni 2020 - 11:55 WIB
loading...
A
A
A
Namun, demi kepentingan bangsa yang lebih besar, menurut Ujang, Jokowi harus tegas. Jangan sampai menteri-menteri yang sudah diketahui berkinerja buruk tetap dipertahankan setelah wacana reshuffle kabinet dia gelindingkan sendiri.
"Jadi ada asap pasti ada api. Jokowi marah pasti karena ada kinerja buruk. Oleh karena itu, kalau misalnya itu hanya gimmick, hanya retorik dan tidak ada reshuffle, ini sangat disayangkan karena mencederai keinginan rakyat yang ingin pemerintah bekerja dengan baik. Kenapa menteri yang sudah disebut kinerjanya buruk tidak di-reshuffle, ini menjadi pertanyaan publik dan pertaruhan Jokowi di mata publik," katanya.
Di sisi lain, dia mengatakan bahwa isu reshuffle sebaiknya dijadikan sebagai pemicu bagi para menteri untuk memperbaiki kinerja. Sebagai user, Jokowi akan menilainya baik kinerja menteri yang memang positif. Sebalinya, kalau kinerjanya jeblok tentu pasti akan kelihatan letak kekurangannya.
Ujang pun meyakini bahwa Jokowi sudah mengantongi nama-nama daftar menteri yang kinerjanya baik atau buruk. "Nah ini kan sudah kelihatan menteri-menteri yang dianggap jeblok itu. Oleh karena itulah kemarahan (Presiden) itu terjadi," katanya.
"Jadi ada asap pasti ada api. Jokowi marah pasti karena ada kinerja buruk. Oleh karena itu, kalau misalnya itu hanya gimmick, hanya retorik dan tidak ada reshuffle, ini sangat disayangkan karena mencederai keinginan rakyat yang ingin pemerintah bekerja dengan baik. Kenapa menteri yang sudah disebut kinerjanya buruk tidak di-reshuffle, ini menjadi pertanyaan publik dan pertaruhan Jokowi di mata publik," katanya.
Di sisi lain, dia mengatakan bahwa isu reshuffle sebaiknya dijadikan sebagai pemicu bagi para menteri untuk memperbaiki kinerja. Sebagai user, Jokowi akan menilainya baik kinerja menteri yang memang positif. Sebalinya, kalau kinerjanya jeblok tentu pasti akan kelihatan letak kekurangannya.
Ujang pun meyakini bahwa Jokowi sudah mengantongi nama-nama daftar menteri yang kinerjanya baik atau buruk. "Nah ini kan sudah kelihatan menteri-menteri yang dianggap jeblok itu. Oleh karena itulah kemarahan (Presiden) itu terjadi," katanya.
(muh)
Lihat Juga :