Kasus Kematian Brigadir J, Komnas HAM Sebut Titik Krusial Ada di TKP
Selasa, 02 Agustus 2022 - 14:45 WIB
loading...
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengatakan dalam mengungkapkan kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J titik krusialnya ada di TKP. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) , Ahmad Taufan Damanik mengatakan dalam mengungkapkan kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J titik krusialnya ada di tempat kejadian perkara (TKP).
"Titik krusial itu di TKP atau di rumah yang diduga TKP itu," ujar Taufan kepada wartawan, Selasa (2/8/2022). Baca juga: Komnas HAM Sebut Pengungkapan Kasus Penembakan Brigadir J Tidak Mudah
Pihaknya akan terus berupaya memeriksa CCTV yang ada di TKP guna menelusuri bukti kuat yang ada di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif, Irjen Pol Ferdy Sambo.
"Kami akan periksa (CCTV), tapi yang jelas kalau CCTV itu belum bisa didapatkan," katanya.
Taufan menuturkan Aide de Camp (ADC) Ferdy Sambo, Bripka Ricky menyaksikan kejadian tersebut tidak secara keseluruhan.
"Kemudian ada satu lagi Ricky, ADC yang menyaksikan sebagian saja, tidak menyaksikan secara keseluruhan, sehingga kita belum bisa menjawab karena CCTV dikatakan rusak," papar Taufan.
Dalam hal ini, Taufan menambahkan petunjuk kasus tersebut hanya didapatkan dari keterangan saksi sehingga timnya belum menyimpulkan apa pun. Baca juga: Kematian Brigadir J, Mahfud MD: Kalau Ada yang Disembunyikan Nanti Akan Terlihat
"Maka satu-satunya petunjuk yang kita dapatkan sekarang hanya keterangan. Karena itu kita belum bisa menyimpulkan apapun," tutupnya.
"Titik krusial itu di TKP atau di rumah yang diduga TKP itu," ujar Taufan kepada wartawan, Selasa (2/8/2022). Baca juga: Komnas HAM Sebut Pengungkapan Kasus Penembakan Brigadir J Tidak Mudah
Pihaknya akan terus berupaya memeriksa CCTV yang ada di TKP guna menelusuri bukti kuat yang ada di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif, Irjen Pol Ferdy Sambo.
"Kami akan periksa (CCTV), tapi yang jelas kalau CCTV itu belum bisa didapatkan," katanya.
Taufan menuturkan Aide de Camp (ADC) Ferdy Sambo, Bripka Ricky menyaksikan kejadian tersebut tidak secara keseluruhan.
"Kemudian ada satu lagi Ricky, ADC yang menyaksikan sebagian saja, tidak menyaksikan secara keseluruhan, sehingga kita belum bisa menjawab karena CCTV dikatakan rusak," papar Taufan.
Dalam hal ini, Taufan menambahkan petunjuk kasus tersebut hanya didapatkan dari keterangan saksi sehingga timnya belum menyimpulkan apa pun. Baca juga: Kematian Brigadir J, Mahfud MD: Kalau Ada yang Disembunyikan Nanti Akan Terlihat
"Maka satu-satunya petunjuk yang kita dapatkan sekarang hanya keterangan. Karena itu kita belum bisa menyimpulkan apapun," tutupnya.
(kri)
Lihat Juga :