Legenda Sang Hantu Putih Kopassus yang Menyerbu Ribuan Pemberontak Kongo
Selasa, 02 Agustus 2022 - 12:42 WIB
loading...
A
A
A
Dikutip dari pemberitaan sebelumnya, sekitar tahun 1962, Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) memerintahkan Indonesia untuk mengirim pasukan perdamaian ke Kongo. Setelah itu, ditugaskan pasukan bernama Kontingen Garuda III (Konga III).
Anggota Konga III berisikan prajurit dari Batalyon 531 Raiders, Batalyon Kavaleri 7, Satuan Kodam II Bukit Barisan, hingga Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang saat itu masih bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).
Pemimpin Konga III adalah Brigjen TNI Kemal Idris. Dia membawahi sekitar 3.457 tentara untuk ditugaskan di Albertville, Kongo. Pasukan tersebut dibawah naungan United Nations Operation in the Congo (UNOC).
Pada wilayah tersebut terdapat pasukan pemberontak pimpinan Moises Tsombee. Suatu hari, markas Konga III diserbu sekitar 2.000 milisi pemberontak. Beruntung pasukan Indonesia berhasil bertahan dan memukul mundur mereka.
Sebagai bentuk tanggapan atas serangan tersebut, pasukan perdamaian dari semua negara sepakat untuk memburu gerombolan tersebut. Akhirnya, ditugaskan pasukan berjumlah 30 personel berisikan anggota Kopassus (dulu RPKAD) untuk memulai misinya.
Pada pencariannya, akhirnya ditemukanlah markas pasukan pemberontak. Pasukan Konga III saat itu hanya berjumlah 30 orang, sedangkan musuh diperkirakan mencapai 3.000 orang dilengkapi berbagai senjata.
Anggota Konga III berisikan prajurit dari Batalyon 531 Raiders, Batalyon Kavaleri 7, Satuan Kodam II Bukit Barisan, hingga Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang saat itu masih bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).
Pemimpin Konga III adalah Brigjen TNI Kemal Idris. Dia membawahi sekitar 3.457 tentara untuk ditugaskan di Albertville, Kongo. Pasukan tersebut dibawah naungan United Nations Operation in the Congo (UNOC).
Pada wilayah tersebut terdapat pasukan pemberontak pimpinan Moises Tsombee. Suatu hari, markas Konga III diserbu sekitar 2.000 milisi pemberontak. Beruntung pasukan Indonesia berhasil bertahan dan memukul mundur mereka.
Sebagai bentuk tanggapan atas serangan tersebut, pasukan perdamaian dari semua negara sepakat untuk memburu gerombolan tersebut. Akhirnya, ditugaskan pasukan berjumlah 30 personel berisikan anggota Kopassus (dulu RPKAD) untuk memulai misinya.
Pada pencariannya, akhirnya ditemukanlah markas pasukan pemberontak. Pasukan Konga III saat itu hanya berjumlah 30 orang, sedangkan musuh diperkirakan mencapai 3.000 orang dilengkapi berbagai senjata.
Lihat Juga :