Waspadai Gelombang hingga 6 Meter di Perairan Lampung sampai Jawa Timur
Minggu, 31 Juli 2022 - 10:13 WIB
loading...
BMKG mengeluarkan peringatan gelombang laut tinggi di perairan barat Lampung hingga Selatan Jawa Timur. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 6 meter yang berpotensi terjadi di perairan Lampung hingga Jawa Timur pada 31 Juli - 1 Agustus 2022.
“Gelombang yang sangat tinggi di kisaran 4.0 - 6.0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Barat Lampung - selatan Banten dan Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah - Jawa Timur,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Minggu (31/7/2022).
Baca juga: Gelombang Laut Selatan Gunungkidul 5 Meter, Ratusan Bangunan Rusak
Gelombang tinggi ini dipengaruhi adanya pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Timur - Selatan dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot.
“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Selat Makassar bagian selatan, Laut Banda dan Laut Arafuru,” papar BMKG.
Sementara itu, kondisi ini juga menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter di perairan utara Sabang, Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian timur, Selat Makasar bagian selatan, Laut Flores bagian timur, Selat Sumba, Selat Sape bagian selatan, Laut Sawu, perairan P. Sawu - Kupang - P. Rotte, Teluk Tolo, perairan Manui - Kendari, perairan Wakatobi.
Kemudian, di Laut Banda, perairan selatan P. Buru, P. Ambon, P. Seram, perairan Kep. Sermata - Kep. Tanimbar, perairan Kep. Kai - Kep. Aru, Laut Arafuru, perairan utara Papua Barat - Papua, Samudra Pasifik Utara Papua Barat - Papua.
“Gelombang yang sangat tinggi di kisaran 4.0 - 6.0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Barat Lampung - selatan Banten dan Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah - Jawa Timur,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Minggu (31/7/2022).
Baca juga: Gelombang Laut Selatan Gunungkidul 5 Meter, Ratusan Bangunan Rusak
Gelombang tinggi ini dipengaruhi adanya pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Timur - Selatan dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot.
“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Selat Makassar bagian selatan, Laut Banda dan Laut Arafuru,” papar BMKG.
Sementara itu, kondisi ini juga menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter di perairan utara Sabang, Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian timur, Selat Makasar bagian selatan, Laut Flores bagian timur, Selat Sumba, Selat Sape bagian selatan, Laut Sawu, perairan P. Sawu - Kupang - P. Rotte, Teluk Tolo, perairan Manui - Kendari, perairan Wakatobi.
Kemudian, di Laut Banda, perairan selatan P. Buru, P. Ambon, P. Seram, perairan Kep. Sermata - Kep. Tanimbar, perairan Kep. Kai - Kep. Aru, Laut Arafuru, perairan utara Papua Barat - Papua, Samudra Pasifik Utara Papua Barat - Papua.
Lihat Juga :