Seribuan Peserta Ikuti Konferensi Jurnalisme Data dan Komputasi Pertama di Asia Tenggara
Jum'at, 29 Juli 2022 - 10:52 WIB
loading...
A
A
A
“Kami dengan bangga mendukung sepenuhnya kegiatan yang bertujuan membekali para jurnalis dengan keahlian dan pengetahuan sehingga mereka bisa menyajikan informasi yang akurat dan kaya akan data. DCJ-CI 2022 diharapkan dapat membagikan praktik terbaik jurnalisme data, mengeksplorasi teknologi baru yang sedang berkembang, serta berkontribusi tentang jurnalisme data dan teknologi antara para ahli dari beberapa negara, terutama dari Amerika Serikat," ungkap Michael Quinlan, Juru Bicara Kedutaan Besar Amerika Serikat dalam kata sambutannya.
Sebagai partner utama DCJ-CI 2022, Rektor Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Ninok Leksono mengatakan bahwa UMN juga bangga dapat turut mendukung konferensi DCJ-CI 2022 yang menurutnya ini penting. "UMN bangga dan senang dapat berkolaborasi dan berkontribusi untuk Konferensi Jurnalisme Data dan Komputasi yang penting dan tepat waktu ini. Saya percaya bahwa jurnalisme tidak kebal terhadap revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi di luar, bersama dengan wacana populer akan datangnya Revolusi Industri Keempat. Saya yakin jurnalis akan menemukan konferensi ini layak untuk dihadiri karena hal-hal baru yang dijanjikannya," kata Ninok Leksono.
Hari pertama DCJ-CI 2022 mengundang peserta ke dalam diskusi interaktif bersama para panelis dari berbagai negara untuk membahas tentang dampak pandemi Covid-19 bagi meningkatnya praktik jurnalisme data dan komputasi, peran pemeriksaan fakta di tengah pandemi Covid-19, hingga tantangan dan kesempatan penerapan jurnalisme data di media lokal dan media alternatif Indonesia.
Rangkaian hari pertama DCJ-CI 2022 ditutup dengan seminar bedah proyek oleh The Gecko Project yang menggunakan data dan machine learning dalam investigasinya bersama BBC dan Mongabay tentang kasus plasma perusahaan kelapa sawit Indonesia dan dampaknya bagi masyarakat desa.
Senior Graphics Editor dari Reuters Adolfo Arranz mengatakan bahwa konferensi seperti DCJ-CI ini sangat berguna untuk membuka jalan komunikasi antarjurnalis dalam mencari formula baru untuk menyampaikan narasi dan berkomunikasi dengan pembaca.
Sebagai partner utama DCJ-CI 2022, Rektor Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Ninok Leksono mengatakan bahwa UMN juga bangga dapat turut mendukung konferensi DCJ-CI 2022 yang menurutnya ini penting. "UMN bangga dan senang dapat berkolaborasi dan berkontribusi untuk Konferensi Jurnalisme Data dan Komputasi yang penting dan tepat waktu ini. Saya percaya bahwa jurnalisme tidak kebal terhadap revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi di luar, bersama dengan wacana populer akan datangnya Revolusi Industri Keempat. Saya yakin jurnalis akan menemukan konferensi ini layak untuk dihadiri karena hal-hal baru yang dijanjikannya," kata Ninok Leksono.
Hari pertama DCJ-CI 2022 mengundang peserta ke dalam diskusi interaktif bersama para panelis dari berbagai negara untuk membahas tentang dampak pandemi Covid-19 bagi meningkatnya praktik jurnalisme data dan komputasi, peran pemeriksaan fakta di tengah pandemi Covid-19, hingga tantangan dan kesempatan penerapan jurnalisme data di media lokal dan media alternatif Indonesia.
Rangkaian hari pertama DCJ-CI 2022 ditutup dengan seminar bedah proyek oleh The Gecko Project yang menggunakan data dan machine learning dalam investigasinya bersama BBC dan Mongabay tentang kasus plasma perusahaan kelapa sawit Indonesia dan dampaknya bagi masyarakat desa.
Senior Graphics Editor dari Reuters Adolfo Arranz mengatakan bahwa konferensi seperti DCJ-CI ini sangat berguna untuk membuka jalan komunikasi antarjurnalis dalam mencari formula baru untuk menyampaikan narasi dan berkomunikasi dengan pembaca.
Lihat Juga :