Badaruddin Puang Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum PPBTPI Masa Bakti 2022-2027
Kamis, 28 Juli 2022 - 19:16 WIB
loading...
A
A
A
“Saya jamin konsumen dapat memperoleh benih dengan standar yang sama dari Aceh hingga Papua,” jelas ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Sulawesi Selatan itu.
Badaruddin menambahkan, keberadaan bibit perkebunan berkualitas dengan harga terjangkau sangat dibutuhkan pekebun. Pihaknya juga pada 2021 merilis harga bibit tanaman perkebunan. “Penetapan harga ini dilakukan agar konsumen bisa mendapatkan bahan tanam bermutu dengan harga wajar. Harga ini sekaligus menjadi acuan untuk menentukan bibit yang ditawarkan secara tidak rasional, apakah terlalu mahal atau terlalu murah sehingga berisiko pada mutu benih yang tidak layak,” jelasnya.
Adapun harga benih perkebunan untuk 2021 di luar ongkos kirim di antara bibit kopi arabika Rp6.500 per batang siap salur, dan kopi robusta Rp8.500 per batang. Untuk kakao Rp6.000 per batang untuk benih hibrida dan bibit kakao sambungan dipatok Rp8.500 per batang yang merupakan koreksi dari harga di tahun sebelumnya.
Sedangkan harga bibit karet dipatok Rp8.500 per batang, kelapa dalam unggul nasional dalam polibeg Rp35.000 per batang, lada Rp8.500 per batang dan pala Rp13.000 per batang. Sementara untuk tebu dipasarkan dengan harga Rp300 per mata. Lalu untuk kelapa sawit dipatok dengan harga Rp40.000 per batang.
“Mengenai harga benih setiap komoditi berbeda-beda dan standar harga pada 2021 masih berlaku. Kemungkinan tahun ini beberpa kemoditi yang akan mengalami perubahan harga setelah efek dari kenaikan harga pupuk, pestisida dan lainnya,” tutupnya.
Badaruddin menambahkan, keberadaan bibit perkebunan berkualitas dengan harga terjangkau sangat dibutuhkan pekebun. Pihaknya juga pada 2021 merilis harga bibit tanaman perkebunan. “Penetapan harga ini dilakukan agar konsumen bisa mendapatkan bahan tanam bermutu dengan harga wajar. Harga ini sekaligus menjadi acuan untuk menentukan bibit yang ditawarkan secara tidak rasional, apakah terlalu mahal atau terlalu murah sehingga berisiko pada mutu benih yang tidak layak,” jelasnya.
Adapun harga benih perkebunan untuk 2021 di luar ongkos kirim di antara bibit kopi arabika Rp6.500 per batang siap salur, dan kopi robusta Rp8.500 per batang. Untuk kakao Rp6.000 per batang untuk benih hibrida dan bibit kakao sambungan dipatok Rp8.500 per batang yang merupakan koreksi dari harga di tahun sebelumnya.
Sedangkan harga bibit karet dipatok Rp8.500 per batang, kelapa dalam unggul nasional dalam polibeg Rp35.000 per batang, lada Rp8.500 per batang dan pala Rp13.000 per batang. Sementara untuk tebu dipasarkan dengan harga Rp300 per mata. Lalu untuk kelapa sawit dipatok dengan harga Rp40.000 per batang.
“Mengenai harga benih setiap komoditi berbeda-beda dan standar harga pada 2021 masih berlaku. Kemungkinan tahun ini beberpa kemoditi yang akan mengalami perubahan harga setelah efek dari kenaikan harga pupuk, pestisida dan lainnya,” tutupnya.
(cip)
Lihat Juga :