Lembaga Kemanusiaan Bahas Nasib Pengungsi Rohingya di Aceh

Minggu, 28 Juni 2020 - 14:30 WIB
loading...
Lembaga Kemanusiaan...
Puluhan pengungsi etnis Rohingya diselamatkan nelayan di perairan Aceh Utara. Foto/Instagram actforhumanity
A A A
JAKARTA - Sejumlah lembaga kemanusiaan menggelar pertemuan membahas tentang nasib puluhan orang pengungsi etnis Rohingya yang telah diselamatkan dan berlabuh di Aceh Utara, belum lama ini.

Salah satu lembaga yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Dilansir dari situs ACT, dalam pertemuan yang digelar Jumat 26 Juni 2020 malam, ACT membahas rencana keterlibatan setiap lembaga serta dukungan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi dalam beberapa minggu ke depan.

Kepala ACT Lhokseumawe, Thariq Farline menjelaskan, dari setiap lembaga menyampaikan bentuk dukungan masing-masing dalam hal pemenuhan kebutuhan pengungsi selama masa response. "Sebelum adanya keputusan pasti terkait keberlanjutan kepengurusan pengungsi Rohingya,” ujar Thariq dikutip dari ACT News.

Pertemuan malam itu dihadiri pula oleh perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Suplai makanan dan tempat tinggal menjadi salah satu prioritas yang dibahas dalam pertemuan.

Tahriq menjelaskan saat ini pengungsi berada di bekas Kantor Imigrasi Desa Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Kemungkinan akan dipindahkan kembali dalam beberapa hari ini ke lokasi lain.

"Suplai makanan bagi pengungsi juga belum ada yang menangani. Pemerintah pun khawatir persoalan ini jika dibiarkan berlarut akan menjadi dampak yang buruk bagi pengungsi,” kata Thariq.(Baca juga: Kobarkan Semangat Bersedekah lewat ACT Fest 2020 )

ACT sebagai salah satu lembaga yang hadir pada malam itu, mengambil peran untuk menyediakan makanan pokok para pengungsi melalui dapur umum. Rencananya dapur umum ACT akan aktif Sabtu 27 Juni 2020 siang dan akan berjalan selama 30 hari ke depan.

Skema pemberdayaan akan dijalankan dalam program ini. ACT akan membeli bahan-bahan makanan dari masyarakat setempat sehingga tidak hanya kebutuhan para pengungsi yang terpenuhi, tetapi ekonomi masyarakat juga dapat berjalan.

“ACT berinisiatif mengambil peran untuk memenuhi kebutuhan makan para korban konflik kemanusiaan ini selama 30 hari ke depan. Berkaitan dengan produksi makanan, kita memakai skema memberdayakan masyarakat. Rencananya bahan-bahan makanan akan kita order dari masyarakat sekitar. Harapannya dengan skema ini, ekonomi sekitar pengungsian bisa bergulir juga,” tutur Thariq dikutip dari ICT News.

Pada Rabu 24 Juni 2020, sebuah kapal terombang-ambing di perairan Aceh Utara. Kapal itu membawa 94 warga etnis Rohingya di Myanmar dengan rincian 15 laki-laki dewasa, 49 perempuan dewasa, dan 30 anak-anak.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lazisnu Serahkan Bantuan...
Lazisnu Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Pengungsi Rohingya ke UNHCR
Mahfud MD Luruskan Hoax...
Mahfud MD Luruskan Hoax Warga Aceh Tidak Tahu Terima Kasih terkait Pengungsi Rohingya
Pemerintah Diminta Waspadai...
Pemerintah Diminta Waspadai Sindikat Pengungsi Rohingya
Soal Pengungsi Rohingya,...
Soal Pengungsi Rohingya, Mahfud MD Wacanakan Tutup Akses agar Tak Jadi Beban Negara
Soroti Mafia TPPO, Mahfud...
Soroti Mafia TPPO, Mahfud MD Ungkap soal Penampungan Pengungsi Rohingya
Jokowi Akan Bahas Polemik...
Jokowi Akan Bahas Polemik Pengungsi Rohingya dengan Pemimpin Negara ASEAN di Jepang
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Siapa yang Seharusnya...
Siapa yang Seharusnya Bertanggung Jawab Membiayai Pengungsi Rohingya?
11 Negara yang Memiliki...
11 Negara yang Memiliki Orang-orang Tanpa Kewarganegaraan Terbanyak di Dunia
Rekomendasi
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Berita Terkini
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved