KIB Mulai Saring Bakal Capres 2024 Setelah 17 Agustus

Kamis, 28 Juli 2022 - 15:56 WIB
loading...
KIB Mulai Saring Bakal...
Politikus PPP Arsul Sani mengatakan KIB akan mulai menyaring bakal capres untuk Pilpres 2024 setelah 17 Agustus. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) akan menginventarisasi dan menyeleksi nama-nama bakal calon presiden (capres) pada Pilpres 2024 setelah 17 Agustus 2022. Partai Golkar, PAN dan PPP sejauh ini masih intens melakukan komunikasi.

"Sebetulnya komunikasi antar 3 parpol KIB makin intens. Kita sepakat setiap pertemuan tidak harus selalu dipublikasi ke media, apalagi hal yang belum matang. Ini termasuk tentu setelah menyusun platform meski belum publikasikan. Nanti setelah 17 Agustus kita akan mulai bicara tentang identifikasi sosok yang diinternal KIB diaspirasikan oleh masing-masing partai," kata Wakil Ketua Umum DPP PPP Arsul Sani kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (28/7/2022).

Baca juga: Airlangga Hartarto Tegaskan KIB Bukan untuk Ganjar

Dia mencontohkan, Partai Golkar mengusulkan Ketua Umumnya (Ketum) Airlangga Hartarto, PAN nanti akan menentukan nama capres melalui proses rakernas, dan PPP juga menentukannya melalui mukernas.

Soal potensi dukungan untuk Erick Thohir, Arsul yang anggota Komisi III DPR ini menegaskan KIB belum menandai siapa yang akan diusung. KIB masib terbuka mendukung semua tokoh seperti Ganjar Pranowo, Andika Perkasa, Anies Baswedan juga Puan Maharani, termasuk Erick Thohir.

"Tapi masalahnya Bu Puan sudah punya kendaraan sendiri. Pak Ganjar bukan pimpinan partai. Ibarat Pak Airlangga, Pak Zul, Pak Prabowo punya kendaraan sendiri. Sehingga beliau kerja mereka hanya perlu satu babak, sedang yang belum punya partai harus mencari babak baru dalam proses capres," terangnya.



Jadi, Wakil Ketua MPR RI ini menegaskan bahwa tim kerja KIB yang diwakili oleh masing-masing fraksi akan melakukan pendalaman. Juga meminta respons dari berbagai pemangku kepentingan di negara ini, seperti ormas agama, atau ormas non agama.

"Tentu juga ya di lingkungan termasuk harus ada pengembangan komunikasi dengan parpol lain. Meski di kalangan partai-partai koalisi pemerintah yang tujuh, meskipun kami membelah dan tidak ada dalam koalisi. Tapi kami punya tekad yang sama, bahwa siapapun paslon yang kita usung bisa meneruskan legacy dan program pemerintahan yang sekarang," paparnya.

"Karena saat ini MPR sedang menyusun PPHN, kalau PPHN nya belum sampai maka kesinambungan harus tercipta. Meskipun PPHN-nya belum ada," imbuh Arsul.

Arsul menegaskan, meskipun antar parpol pendukung pemerintah berbeda koalisi, semua punya semangat yang sama yakni mendorong lebih dari 3 pasang capres-cawapres.

"Karena kita tidak bicara untuk kepentingan elektoral dan melihat semua yang dikerjakan pemerintah saat ini dalam kacamatan negatif. Kami menghindari hal seperti itu," papar Arsul.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Muncul Desakan Penggantian...
Muncul Desakan Penggantian Sekjen PPP, Sekjen GPK: Itu Hanya Rumor
Forum Sekwil PPP Desak...
Forum Sekwil PPP Desak DPP Hadirkan Panglima Administrator usai Mukernas I di Makassar
Spanduk Sukamdi Jadi...
Spanduk Sukamdi Jadi Sorotan, Tokoh PPP Buka Suara
Denny Indrayana: Jika...
Denny Indrayana: Jika Tak Ada Pelanggaran Etik pada Arsul Sani, Mestinya Tak Ada Pemalsuan
Tolak Jokowi Ikuti Jejak...
Tolak Jokowi Ikuti Jejak Arsul Sani Tunjukkan Ijazah Asli, PSI: Akan Terjadi Pergeseran Norma
Feri Amsari Sarankan...
Feri Amsari Sarankan Jokowi Tiru Arsul Sani, Tunjukkan Ijazah Asli ke Publik
Muswil X di Malaysia...
Muswil X di Malaysia Berjalan Sukses, Ketua DPW PPP Kalteng Solidkan Seluruh Potensi
Muswil PPP Banten Berjalan...
Muswil PPP Banten Berjalan Lancar, Formatur Siap Susun Kepengurusan Baru
Sempat Dibatalkan, Muswil...
Sempat Dibatalkan, Muswil DPW PPP Sulteng Tetap Digelar di Warung
Rekomendasi
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Tarif Tol Dalam Kota...
Tarif Tol Dalam Kota Jakarta Naik Mulai 22 September 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved