Kisah Hasyim Asy’ari, Ulama Besar Indonesia yang Pernah Menolak Menjadi Presiden
Kamis, 28 Juli 2022 - 13:33 WIB
loading...
A
A
A
Pada perjuangan kemerdekaan Indonesia, KH Hasyim Asy’ari turut serta memperjuangkan kedaulatan bangsa melalui berbagai bidang. Dia mendirikan Jam'iyah Nahdlatul Ulama pada 31 Januari 1926 bersama sejumlah kyai lainnya.
Pendirian organisasi ini ditujukan untuk menyatukan para ulama dan kekuatan Islam di Indonesia. Pada tugas dan fungsinya, organisasi ini tak hanya bergerak di bidang keagamaan saja, tetapi juga pada sektor lain seperti ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan.
Baca juga : Teladani KH Hasyim Asy'ari, Pesantren Tebu Ireng Berdakwah dengan Semangat Nasionalisme
Sebagai contoh, di bidang politik Hasyim Asy’ari menjadi salah satu tokoh yang memprakarsai terbentuknya Majlis Islam A’la Indonesia (MIAI) yang menghimpun banyak partai, organisasi, dan perkumpulan Islam lainnya. Lembaga ini ke depannya akan menjadi Masyumi.
Pada masa pendudukan Jepang, KH Hasyim Asy’ari pernah ditahan dan siksa. Alasannya karena dia menolak melakukan Seikerei. Namun, setelahnya Jepang menyadari bahwa pengaruh Hasyim Asy’ari di Indonesia cukup besar.
Pendirian organisasi ini ditujukan untuk menyatukan para ulama dan kekuatan Islam di Indonesia. Pada tugas dan fungsinya, organisasi ini tak hanya bergerak di bidang keagamaan saja, tetapi juga pada sektor lain seperti ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan.
Baca juga : Teladani KH Hasyim Asy'ari, Pesantren Tebu Ireng Berdakwah dengan Semangat Nasionalisme
Sebagai contoh, di bidang politik Hasyim Asy’ari menjadi salah satu tokoh yang memprakarsai terbentuknya Majlis Islam A’la Indonesia (MIAI) yang menghimpun banyak partai, organisasi, dan perkumpulan Islam lainnya. Lembaga ini ke depannya akan menjadi Masyumi.
Pada masa pendudukan Jepang, KH Hasyim Asy’ari pernah ditahan dan siksa. Alasannya karena dia menolak melakukan Seikerei. Namun, setelahnya Jepang menyadari bahwa pengaruh Hasyim Asy’ari di Indonesia cukup besar.