Gunakan Cell Dump, Komnas HAM Kantongi Siapa Saja yang Ada di Lokasi Kematian Brigadir J

Kamis, 28 Juli 2022 - 07:33 WIB
loading...
Gunakan Cell Dump, Komnas...
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengungkapkan pihaknya mengantongi data terkait siapa saja yang berada di titik lokasi kematian Brigadir J alias Nopriansyah Yosua Hutabarat. Foto/Antara
A A A
JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM ) mengantongi data terkait siapa saja yang berada di titik lokasi kematian Brigadir J alias Nopriansyah Yosua Hutabarat . Hal itu usai Komnas HAM menggunakan teknologi bernama cell dump.

"Salah satu tindakannya adalah cell dump, menarik jaringan komunikasi itu. Kami juga dikasih bahannya termasuk disediakan printnya," ujar Komisioner Komnas HAM Choirul Anam saat jumpa pers, Rabu (27/7/2022).

Anam menjelaskan, cell dump merupakan data mentah buangan ponsel yang diterima Komnas HAM dari Siber Bareskrim Polri sebagai data dokumen digital. Sehingga, teknologi tersebut mampu memperoleh data Base Transceiver Station (BTS) di sekitar kawasan Kompleks Perumahan Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Baca juga: Komnas HAM: Brigadir J Masih Hidup saat Tiba di Rumah Dinas Ferdy Sambo



"Itu (cell dump) bahan raw (mentah) material yang nanti kami analisis, untuk menentukan titik-titik mana komunikasi apa yg terjadi di wilayah-wilayah yang terekam dalam cell dump itu," jelasnya.

Lebih lanjut Anam menuturkan, nantinya cell dump tersebut akan menentukan HP siapa saja yang berada di titik terdekat lokasi kematian Brigadir J. Hal itu berdasarkan penentuan titik lokasi ponsel setiap orang dalam jangkauan area tertentu.

Dengan demikian, kata Anam, adanya data dari cell dump tersebut akan memperkuat Komnas HAM dalam membongkar siapa saja orang yang terlibat dalam insiden yang menyebabkan Brigadir J meninggal dunia tersebut. Termasuk, menilik keberadaan Bharada E, Irjen Ferdy Sambo serta istrinya.

"Menentukan siapa saja yang ada di area itu walaupun ada banyak klaster penjelasan detailnya. Tapi cell dump secara sederhana untuk melihat HP siapa saja yang ada di situ," ungkapnya.

"Makanya tadi itu yang kertas panjang itu (cell dump), itu hasil cell dumpnya mereka. Apakah kami cuma dikasih itu? Tidak, kami juga dikasih raw (bahan mentah) materialnya. Jadi ditarik itu banyak banget nomer HP dan sebagainya di empat titik," sambungnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
RUU HAM Diyakini Perkuat...
RUU HAM Diyakini Perkuat Independensi Komnas HAM, Kembalikan sebagai Rumah Aktivis dan Pembela HAM
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ambil Magister Teologi
Kapolri Naikkan Pangkat...
Kapolri Naikkan Pangkat Brigadir Arya Supena yang Gugur Ditembak Maling di Lampung
Polisi di Lampung Gugur...
Polisi di Lampung Gugur Ditembak Pelaku Curanmor, Sahroni: Penghinaan Atas Institusi Negara, Wajib Hukum Maksimal!
Soal Penembakan di Papua,...
Soal Penembakan di Papua, Koops TNI: Dua Insiden Berbeda, Tidak Berkaitan
Rekomendasi
Viral Kabar Ganjil Genap...
Viral Kabar Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Polda Metro Jaya Angkat Bicara
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Berita Terkini
KPK Ungkap Dugaan Intervensi...
KPK Ungkap Dugaan Intervensi BPK Pusat dalam Kasus Perubahan Opini Audit Pemkab Muara Enim
Menko Pangan: Saya Tahu...
Menko Pangan: Saya Tahu Keresahan Mitra BGN, Mitra Jangan Dikorbankan
MUI Tegaskan Tetap Perjuangkan...
MUI Tegaskan Tetap Perjuangkan Sanksi Pidana LGBT: Tidak Semua Happy terhadap Upaya Perbaikan
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat, Usman Hamid: Ruang Kelas Harus Bebas dari Intervensi Militer
KPK Belum Menahan Eks...
KPK Belum Menahan Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono usai Pemeriksaan, Ini Alasannya
Jokowi Wajib Hadir di...
Jokowi Wajib Hadir di Persidangan Perkara Ijazah, Pengacara Roy Suryo: Kan Dia Pelapor
Infografis
7 Jurusan Kuliah Langka...
7 Jurusan Kuliah Langka yang Hanya Ada di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved