Hari Bakti TNI AU Diperingati 29 Juli, Begini Sejarahnya
Rabu, 27 Juli 2022 - 14:28 WIB
loading...
Hari Bakti TNI AU diperingati 29 Juli. Ilustrasi Foto Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara ( TNI AU ) memperingati Hari Bakti TNI AU pada tanggal 29 Juli setiap tahunnya. Ada dua peristiwa penting yang melatarbelakangi Hari Bakti TNI AU.
Dilansir dari laman resmi TNI AU, peristiwa pertama adalah serangan udara yang dilakukan TNI AU di wilayah-wilayah pendudukan Belanda yang tersebar di Semarang, Ambarawa, dan Salatiga. Penyerangan tersebut dilakukan oleh Kadet Penerbang Suharnoko Harbani, Mulyono, dan Sutardjo Sigit. Mereka dibantu para penembak udara yang merupakan teknisi, yakni Dulrachman, Sutardjo, dan Kaput. Kegiatan yang dilakukan pada 29 Juli 1947 itu menggunakan dua pesawat Cureng dan satu pesawat Guntai.
Di hari yang sama, peristiwa penting lainnya juga terjadi. Tiga pelopor dan perintis TNI AU yang terdiri dari Komodor Muda Udara Abdulrachman Saleh, Komodor Muda Udara Adisucipto, dan Opsir Muda Udara Adisumarmo, gugur saat pesawat yang mereka naiki jatuh.
Baca juga: TNI AU Akhirnya Miliki Penerbang Tempur Perempuan
Pesawat berjenis Dakota VT-CLA yang dibawa untuk mengangkut bantuan berupa obat-obatan dari Palang Merah Malaya itu ditembak jatuh P-40 Kittyhawk Belanda di Dusun Pandeyan, Kelurahan Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Dilansir dari laman resmi TNI AU, peristiwa pertama adalah serangan udara yang dilakukan TNI AU di wilayah-wilayah pendudukan Belanda yang tersebar di Semarang, Ambarawa, dan Salatiga. Penyerangan tersebut dilakukan oleh Kadet Penerbang Suharnoko Harbani, Mulyono, dan Sutardjo Sigit. Mereka dibantu para penembak udara yang merupakan teknisi, yakni Dulrachman, Sutardjo, dan Kaput. Kegiatan yang dilakukan pada 29 Juli 1947 itu menggunakan dua pesawat Cureng dan satu pesawat Guntai.
Di hari yang sama, peristiwa penting lainnya juga terjadi. Tiga pelopor dan perintis TNI AU yang terdiri dari Komodor Muda Udara Abdulrachman Saleh, Komodor Muda Udara Adisucipto, dan Opsir Muda Udara Adisumarmo, gugur saat pesawat yang mereka naiki jatuh.
Baca juga: TNI AU Akhirnya Miliki Penerbang Tempur Perempuan
Pesawat berjenis Dakota VT-CLA yang dibawa untuk mengangkut bantuan berupa obat-obatan dari Palang Merah Malaya itu ditembak jatuh P-40 Kittyhawk Belanda di Dusun Pandeyan, Kelurahan Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Lihat Juga :