Kudatuli, Sejarah Politik yang Turut Berperan Menggembleng Puan Maharani
Rabu, 27 Juli 2022 - 10:59 WIB
loading...
A
A
A
"Menit per menit itu semuanya kan report ke ibu saya. Sekarang ada beberapa truk yang mendekati DPP Diponegoro. Semua sudah turun berpakaian hitam-hitam. Sampai akhirnya terjadi peristiwa penyerangan, penyerbuan, pembakaran, dan sebagainya," kata Puan mengenang peristiwa Kudatuli.
Tidak lama kemudian, Puan menyaksikan banyak orang dalam keadaan luka parah dibawa ke rumahnya di Kebagusan. Mereka adalah korban dari upaya pengambilalihan paksa kantor DPP PDI. "Rumah sudah kayak tempat pengungsian," kenang Ketua DPR ini.
Puan mengakui awalnya panik melihat banyaknya orang yang berdatangan ke rumah dengan kondisi luka-luka. Mereka awalnya hanya diberi pengobatan seadanya dengan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan (PPPK) yang ada di rumah Kebagusan.
Namun ia bersyukur banyak mendapatkan pertolongan dari sejumlah dokter. Para dokter itu mengobati para korban luka. "Akhirnya ada simpatisan yang dokter datang ke situ ngobatin mereka," kata Puan.
Baca juga: Megawati Ajak Seluruh Kader PDIP Renungkan Tragedi Kudatuli
Tugas Khusus
Selama kondisi genting itu, Puan diberi tugas khusus. Sementara ayah dan ibunya sibuk dalam urusan politik, Puan bertugas menyiapkan makanan bagi para simpatisan yang berkumpul di rumah Kebagusan. Puan yang masih sangat belia awalnya kebingungan mendapatkan tugas ini. "Masak apa yang cepat untuk orang sebanyak ini. Kita kan punya peralatan kecil," katanya.
Tidak lama kemudian, Puan menyaksikan banyak orang dalam keadaan luka parah dibawa ke rumahnya di Kebagusan. Mereka adalah korban dari upaya pengambilalihan paksa kantor DPP PDI. "Rumah sudah kayak tempat pengungsian," kenang Ketua DPR ini.
Puan mengakui awalnya panik melihat banyaknya orang yang berdatangan ke rumah dengan kondisi luka-luka. Mereka awalnya hanya diberi pengobatan seadanya dengan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan (PPPK) yang ada di rumah Kebagusan.
Namun ia bersyukur banyak mendapatkan pertolongan dari sejumlah dokter. Para dokter itu mengobati para korban luka. "Akhirnya ada simpatisan yang dokter datang ke situ ngobatin mereka," kata Puan.
Baca juga: Megawati Ajak Seluruh Kader PDIP Renungkan Tragedi Kudatuli
Tugas Khusus
Selama kondisi genting itu, Puan diberi tugas khusus. Sementara ayah dan ibunya sibuk dalam urusan politik, Puan bertugas menyiapkan makanan bagi para simpatisan yang berkumpul di rumah Kebagusan. Puan yang masih sangat belia awalnya kebingungan mendapatkan tugas ini. "Masak apa yang cepat untuk orang sebanyak ini. Kita kan punya peralatan kecil," katanya.
Lihat Juga :