Sejarah Perang Padri, Taktik Licik Kolonialisme Belanda untuk Kuasai Minangkabau
Senin, 25 Juli 2022 - 16:24 WIB
loading...
A
A
A
Sejak awal 1833 perang Padri di Sumatera Barat berubah menjadi perang antara kaum Adat dan kaum Agama melawan Belanda. Keduanya pihak beralih menjadi bahu-membahu untuk melawan Belanda.
Kali ini, Belanda kedatangan bantuan dari Batavia. Mereka melanjutkan kembali pengepungan dan membuat kedudukan Tuanku Imam Bonjol bertambah sulit. Pada bulan Oktober 1837, Tuanku Imam Bonjol diundang ke Palupuh untuk berunding. Namun, Belanda dengan akal liciknya justru menangkapnya.
Pada babak terakhir Perang Padri, Tuanku Imam Bonjol diasingkan ke Cianjur, Jawa Barat. Kemudian dipindahkan ke Ambon dan akhirnya ke Lotak, Minahasa, dekat Manado. Di tempat terakhir itu, dia meninggal dunia tepat pada tanggal 8 November 1864.
Kali ini, Belanda kedatangan bantuan dari Batavia. Mereka melanjutkan kembali pengepungan dan membuat kedudukan Tuanku Imam Bonjol bertambah sulit. Pada bulan Oktober 1837, Tuanku Imam Bonjol diundang ke Palupuh untuk berunding. Namun, Belanda dengan akal liciknya justru menangkapnya.
Pada babak terakhir Perang Padri, Tuanku Imam Bonjol diasingkan ke Cianjur, Jawa Barat. Kemudian dipindahkan ke Ambon dan akhirnya ke Lotak, Minahasa, dekat Manado. Di tempat terakhir itu, dia meninggal dunia tepat pada tanggal 8 November 1864.
(bim)
Lihat Juga :