Survei: Para Capres Diterpa Komentar Negatif, Persepsi Positif Prabowo Justru Meroket Tembus 62,8%!
Minggu, 24 Juli 2022 - 16:52 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, disusul Ketua Umum Partai Demokrat AHY (7,9 persen) dan Puan Maharani (5,7 persen). Sentimen negatif terhadap Prabowo, Sandiaga, Airlangga, dan Ridwan Kamil tergolong rendah.
Menurut analisis LSJ, sedikitnya ada tiga faktor yang menyebabkan sentimen positif terhadap Prabowo Subianto leading jauh dari tokoh-tokoh lain.
"Pertama, munculnya Prabowo sebagai menteri dengan kinerja terbaik menurut hampir semua lembaga survei mainstream. Kedua, tingkat elektabilitas Prabowo yang selalu berada di posisi teratas dalam berbagai rilis lembaga riset," kata Fetra.
Cara Prabowo yang begitu elegan dalam menyikapi setiap komentar negatif pun berkontribusi dalam positifnya citra Ketum Gerindra tersebut.
"Riset LSJ ini menggunakan pendekatan natural language processing (NLP) untuk mengekstraksi opini atau percakapan warganet dalam bentuk teks," tukasnya.
Analisis dilakukan dengan menggunakan keyword yang sering dipublikasikan oleh lembaga-lembaga riset mainstream, seperti “Prabowo Subianto”, “Ganjar Pranowo”, “Anies Baswedan”, dan sebagainya.
Dataset diperoleh pada periode 10 hingga 20 Juli 2022 dengan teknik ekstraksi knowledge big data.
Menurut analisis LSJ, sedikitnya ada tiga faktor yang menyebabkan sentimen positif terhadap Prabowo Subianto leading jauh dari tokoh-tokoh lain.
"Pertama, munculnya Prabowo sebagai menteri dengan kinerja terbaik menurut hampir semua lembaga survei mainstream. Kedua, tingkat elektabilitas Prabowo yang selalu berada di posisi teratas dalam berbagai rilis lembaga riset," kata Fetra.
Cara Prabowo yang begitu elegan dalam menyikapi setiap komentar negatif pun berkontribusi dalam positifnya citra Ketum Gerindra tersebut.
"Riset LSJ ini menggunakan pendekatan natural language processing (NLP) untuk mengekstraksi opini atau percakapan warganet dalam bentuk teks," tukasnya.
Analisis dilakukan dengan menggunakan keyword yang sering dipublikasikan oleh lembaga-lembaga riset mainstream, seperti “Prabowo Subianto”, “Ganjar Pranowo”, “Anies Baswedan”, dan sebagainya.
Dataset diperoleh pada periode 10 hingga 20 Juli 2022 dengan teknik ekstraksi knowledge big data.
(muh)
Lihat Juga :