Kepala BNPT Tekankan Pentingnya Sinergi Berantas Radikalisme dan Terorisme

Selasa, 19 Juli 2022 - 22:15 WIB
loading...
Kepala BNPT Tekankan Pentingnya Sinergi Berantas Radikalisme dan Terorisme
Untuk memberantas radikalisme dan terorisme dibutuhkan sinergi dari semua elemen masyarakat. Hal ini dikatakan oleh Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Untuk memberantas radikalisme dan terorisme dibutuhkan sinergi dari semua elemen masyarakat. Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT ) Komjen Pol Boy Rafli Amar.

Pandangan ini disampaikan Boy Rafli saat Presidential Lecture, dalam rangka memperingati HUT BNPT ke-12 bertema Gelorakan Sinergi Bangsa dalam Mencegah Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme menuju Indonesia Harmoni, Selasa (19/7/2022).

Baca juga: BNPT Maksimalkan Program Unggulan Penanggulangan Terorisme

"Ini adalah sebagai momentum kita untuk mengingatkan kembali akan bahaya ideologi terorisme dan memerlukan suatu sinergi, kolaborasi, bekerja bersama-sama, untuk menghadapi musuh negara," kata Boy Rafli.

"Oleh karena itu, kegiatan ini tentu kita berharap menimbulkan komitmen yang berkelanjutan. Hal ini sangat perlu, karena tantangan ke depan tidak akan berhenti. Tantangan ke depan dinamis," sambungnya.

Baca juga: Survei BNPT Ungkap 85% Milenial Rentan Terpapar Radikalisme

Dijelaskan Boy Rafli, guna menjalankan tugas dan amanat negara, BNPT sebagai leading sector dalam penanggulangan terorisme, menghasilkan berbagai rumusan dan melaksanakan kebijakan untuk mencegah potensi ancaman dan menguatkan imunitas masyarakat.

"BNPT mengembangkan grand strategy ini dengan melibatkan beragam unsur, di antaranya instansi pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan pelaku usaha," jelas Boy Rafli.

Hal senada disampaikan oleh Menko Polhukam Mahfud MD, pentingnya membangun sinergisitas dalam memberantas radikalisme dan terorisme.

"Sinergitas tersebut tentunya akan sangat membantu serta mendukung tugas dan fungsi BNPT sebagai leading sector penanggulangan terorisme yang menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018," kata Mahfud MD.

Dikatakan Mahfud MD, sesudah 12 tahun ini ternyata sudah punya jaringan-jaringan yang struktural dibangun, kemudian yang secara informal juga dibangun, baik di dalam maupun di luar negeri.

"Kekuatan-kekuatan masyarakat, pemerintah, swasta dan sebagainya dibangun terus. Sehingga, jaringan-jaringan yang sudah dibangun selama setahun ini, perlu disinergikan agar menjadi lebih bermakna," tutupnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala PPATK, Kepala Badan Informasi Geospasial, Sesmenko PMK, Pejabat Eselon 1 dari kementerian/lembaga yang tergabung dalam tim sinergisitas, para penyintas, mitra deradikalisasi dan duta damai dunia maya.
(maf)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2143 seconds (11.210#12.26)