Pahlawan Nasional yang Dimakamkan di TPU Tanah Kusir: Bung Hatta hingga Buya Hamka
Selasa, 19 Juli 2022 - 12:45 WIB
loading...
A
A
A
Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Buya Hamka, lahir di Maninjau, Sumatera Barat pada 17 Februari 1908. Hamka merupakan putra pertama dari pasangan Abdul Karim Amrullah dan Shaffiah.
Dikutip dari direktoratk2krs.kemsos.go.id, Hamka mempelajari agama dan mendalami Bahasa Arab di Sumatera Thawalib, Padang Panjang yang didirikan oleh ayahnya. Hamka juga mengikuti pelajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syekh Ibrahim Muda, Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto, dan Ki Bagus Hadikusumo.ยท
Baca juga: Ajakan Buya Hamka untuk Memupuk Akar Pancasila
Sejak muda, Hamka aktif dalam berbagai organisasi keagamaan yaitu Muhammadiyah. Hamka pernah menjadi Ketua Muhammadiyah Padang Panjang, Konsul Muhammadiyah di Makassar, dan terakhir Penasihat Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Tahun 1975-1979, Hamka dipercaya oleh ulama sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hamka juga pernah menjadi Ketua Umum Yayasan Pesantren Islam Al Azhar.
Peraih gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Al Azhar Kairo ini meninggal dunia pada Jumat, 24 Juli 1981. Jenazahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir.
Ulama dan sastrawan ini dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2011, berdasarkan SK 113 / TK / Tahun 2011 tanggal 7 November 2011.
Dikutip dari direktoratk2krs.kemsos.go.id, Hamka mempelajari agama dan mendalami Bahasa Arab di Sumatera Thawalib, Padang Panjang yang didirikan oleh ayahnya. Hamka juga mengikuti pelajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syekh Ibrahim Muda, Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto, dan Ki Bagus Hadikusumo.ยท
Baca juga: Ajakan Buya Hamka untuk Memupuk Akar Pancasila
Sejak muda, Hamka aktif dalam berbagai organisasi keagamaan yaitu Muhammadiyah. Hamka pernah menjadi Ketua Muhammadiyah Padang Panjang, Konsul Muhammadiyah di Makassar, dan terakhir Penasihat Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Tahun 1975-1979, Hamka dipercaya oleh ulama sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hamka juga pernah menjadi Ketua Umum Yayasan Pesantren Islam Al Azhar.
Peraih gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Al Azhar Kairo ini meninggal dunia pada Jumat, 24 Juli 1981. Jenazahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir.
Ulama dan sastrawan ini dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2011, berdasarkan SK 113 / TK / Tahun 2011 tanggal 7 November 2011.
(zik)
Lihat Juga :