Ziarah Makam Kotagede dan Jejak Perjuangan Sultan HB II Menuju Pahlawan Nasional

Sabtu, 20 Desember 2025 - 16:46 WIB
loading...
Ziarah Makam Kotagede...
Kompleks Makam Raja-Raja Mataram di Kotagede menyimpan narasi sejarah yang unik, khususnya terkait pemakaman Sri Sultan Hamengku Buwono II (HB II). Foto/Istimewa
A A A
YOGYAKARTA - Kompleks Makam Raja-Raja Mataram di Kotagede menyimpan narasi sejarah yang unik, khususnya terkait pemakaman Sri Sultan Hamengku Buwono II (HB II). Kunjungan ziarah ke makam ini tidak hanya menjadi ritual penghormatan leluhur, tetapi juga menyingkap kembali jejak perjuangan Sultan Sepuh yang gigih melawan kolonialisme, sebuah rekam jejak yang kini menjadi fondasi kuat dalam upaya pengajuan beliau sebagai Pahlawan Nasional .

Sesuai tradisi, raja-raja Kesultanan Yogyakarta dimakamkan di Imogiri. Namun, Sultan HB II, yang memerintah dalam tiga periode (1792-1810, 1811-1812, 1826-1828), dimakamkan di Kotagede setelah wafat pada 3 Januari 1828.

Sumber sejarah menyebutkan bahwa pemakaman di Kotagede terjadi karena faktor keamanan di tengah berkecamuknya Perang Jawa (Perang Diponegoro). Sultan HB II dimakamkan di Kotagede karena pada saat itu sedang berkecamuk Perang Jawa sehingga tidak memungkinkan untuk diadakan prosesi hingga Makam Raja-Raja di Imogiri

Baca Juga: Sejarah Kotagede, Kota Lama Tempat Lahirnya Bumi Mataram di Jogjakarta

Meskipun dimakamkan di lokasi yang berbeda, hal ini justru memperkuat citra beliau sebagai raja yang keras, tegas, dan gigih menentang campur tangan kolonial Belanda maupun Inggris. Penolakan tegas Sultan HB II terhadap tuntutan kolonial memicu penyerbuan ke keraton (Geger Sepehi, 1812), menjadikannya simbol martabat politik Jawa yang berani melawan.

Ziarah ke Makam Kotagede, yang juga menjadi tempat peristirahatan terakhir Ki Ageng Pamanahan dan Panembahan Senopati, sering kali dilakukan oleh pihak Keraton dan masyarakat sebagai bagian dari tradisi. Kunjungan ini, terutama ke pusara HB II, menjadi momen untuk merefleksikan kembali kepahlawanan dan pengorbanan Sultan HB II.

Peziarah, diwajibkan mengenakan pakaian adat Jawa, tidak hanya mendoakan arwah para leluhur tetapi juga menghayati nilai-nilai perjuangan yang diwariskan.

Keberadaan makam HB II di Kotagede—sebuah anomali yang dipicu oleh konflik—secara implisit mengingatkan pada situasi genting dan semangat perlawanan yang mendominasi akhir masa hidupnya.

Baca Juga: Ki Ageng Wonokusumo, Muazin di Era Majapahit yang Disegani Belanda

Selain perlawanan, HB II juga dikenal atas kontribusinya dalam seni, seperti perintah pembuatan berbagai bentuk wayang kulit dan gubahan wayang orang dengan lakon yang mencerminkan watak jujur dan tegas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Besok, Prabowo Resmikan...
Besok, Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
Buntut Kasus Daycare...
Buntut Kasus Daycare di Yogyakarta, DPR Desak Pemda Evaluasi Izin Seluruh Tempat Titip Anak
Kekerasan Daycare di...
Kekerasan Daycare di Yogyakarta, Selly PDIP: Tragedi Kegagalan Sistem Perlindungan Anak
GMNI Desak Pemerintah...
GMNI Desak Pemerintah Tetapkan Inggit Garnasih sebagai Pahlawan Nasional
Peringati 80 Tahun Peristiwa...
Peringati 80 Tahun Peristiwa Merah Putih, GPPMP Kenang Perjuangan Pahlawan
Ribuan Penonton Final...
Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Rekomendasi
FIFA Beri Lampu Hijau,...
FIFA Beri Lampu Hijau, Michael Oliver Pimpin Laga Belanda vs Swedia
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
Gaza Harus Diperlakukan...
Gaza Harus Diperlakukan seperti Jepang dan Jerman setelah PD II
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved