Gempa M5,3 Guncang Nganjuk hingga Pacitan, Ini Penyebabnya

Minggu, 17 Juli 2022 - 19:30 WIB
loading...
Gempa M5,3 Guncang Nganjuk hingga Pacitan, Ini Penyebabnya
Gempa berkekuatan magnitudo (M) 5,3 mengguncang sejumlah daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah sore tadi. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Gempa berkekuatan magnitudo (M) 5,3 mengguncang sejumlah daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada sore hari ini, pukul 16.13 WIB. Belum diketahui apakah ada korban jiwa dan kerusakan akibat gempa bumi ini.

Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeberkan, sejumlah daerah yang merasakan guncangan gempa yakni, Nganjuk, Karangkates, Bantul, Wonogiri, Trenggalek, Pacitan, Sleman, hingga Jember.

"Gempa ini dirasakan oleh warga di Nganjuk, Karangkates, Bantul, Wonogiri, Trenggalek, Pacitan, Sleman, Jember dengan skala intensitas II MMI dengan deskripsi getaran dirasakan oleh warga, hingga benda-benda ringan yang digantung bergoyang," Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono melalui pesan singkatnya, Minggu (17/7/2022).

Baca juga: Gempa Berkekuatan M3,0 Bikin Panik Masyarakat Bukittinggi

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa episenter gempa berada di laut, tepatnya di Samudera Hindia pada jarak 117 kilometer arah Barat Daya Kota Pacitan, Jawa Timur. Titik gempa tersebut berada di kedalaman hiposenter 40 km. Daryono menyebut, ini merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menujam ke bawah Pulau Jawa.

Baca juga: Zhang Heng, Ilmuwan China Kuno Penemu Desain Pertama Alat Pendeteksi Gempa

"Gempa selatan ini terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Pulau Jawa. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa yang terjadi memiliki mekanisme sumber kombinasi pergerakan geser - naik (oblique thrust)," sambungnya.

Dari hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Sebab, magnitudo gempa yang relatif kecil untuk menciptakan deformasi batuan dasar laut yang mampu mengganggu kolom air laut. "Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock)," ungkapnya.

Daryono juga memastikan gempa di Pacitan ini tidak berkaitan dengan gempa Tasikmalaya dan Pangandaran yang terjadi pada Sabtu, 16 Juli 2022, sekira pukul 22.05 WIB dengan magnitudo 4,5 dan kedalaman 62 kilometer.

"Gempa ini juga tidak berkaitan dengan rentetan aktivitas gempa swarm tektonik di zona subduksi selatan Jawa Timur yang berlangsung sejak 9-11 Juli 2022 yang termonitor oleh BMKG sebanyak 146 kali gempa berkekuatan kecil," ucapnya.
(cip)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1802 seconds (11.252#12.26)