LSI Denny JA: Netizen Memegang Peranan Kunci untuk Pemenangan di Pilpres 2024
Sabtu, 16 Juli 2022 - 20:23 WIB
loading...
A
A
A
"Ada dua kesamaan antara kondisi di Indonesia dan di Filipina. Yang pertama adalah, kita sama-sama tahu bahwa Filipina dengan Pemerintahan Marcos pada saat itu boleh dibilang adalah masa diktator. Dan kita juga pernah mengalami masa-masa Orde Baru, jaman Pak Harto. Itu kesamaan pertama," kata Ade.
"Persamaan kedua, memang mayoritas pemilih di Filipina itu berasal dari kalangan muda. Kemungkinan nanti juga sama di Indonesia pada 2024 di mana mayoritas pemilih kita juga adalah mereka yang berusia muda," jelasnya.
Dengan kesamaan-kesamaan ini, kata dia, memang kita perlu khawatir karena memang ada semacam short term memory dari pengguna media sosial bahwa mereka terkesan mereka cepat lupa ingatan. Meskipun masa lalu Marcos ini pernah jadi diktator, tetapi ketika putranya melakukan pencitraan di media sosial dengan mungkin disrupsi informasi dan lain sebagainya.
"Dan juga masyarakat pemilih muda, mereka ini tidak mengalami pada mada diktator itu berkuasa jadi memang akan mudah terpengaruh oleh kampanye-kampanye di media sosial yang meskipun itu hanya pencitraan. Ini memang jadi tantangan terbesar bagaimana nanti kita menghadapi Pilpres jika kita berkaca dari pengalaman Filipina yang baru saja memenangkan Marcos Jr," paparnya.
KIB Unggul di Kantong Suara Komunitas Digital
Survei terbaru LSI Denny JA itu juga mengungkapkan bahwa poros Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) unggul di kantong suara di komunitas digital. "Kalau kita lihat sekarang ini, ada tiga poros kekuatan utama, yakni PDIP dengan satu partai saja, juga ada koalisi yang sudah solid yakni KIB, dan juga ada koalisi yang diprakarsai Gerindra dan mungkin juga PKB sebagai poros ketiga," jelas Ade.
"Persamaan kedua, memang mayoritas pemilih di Filipina itu berasal dari kalangan muda. Kemungkinan nanti juga sama di Indonesia pada 2024 di mana mayoritas pemilih kita juga adalah mereka yang berusia muda," jelasnya.
Dengan kesamaan-kesamaan ini, kata dia, memang kita perlu khawatir karena memang ada semacam short term memory dari pengguna media sosial bahwa mereka terkesan mereka cepat lupa ingatan. Meskipun masa lalu Marcos ini pernah jadi diktator, tetapi ketika putranya melakukan pencitraan di media sosial dengan mungkin disrupsi informasi dan lain sebagainya.
"Dan juga masyarakat pemilih muda, mereka ini tidak mengalami pada mada diktator itu berkuasa jadi memang akan mudah terpengaruh oleh kampanye-kampanye di media sosial yang meskipun itu hanya pencitraan. Ini memang jadi tantangan terbesar bagaimana nanti kita menghadapi Pilpres jika kita berkaca dari pengalaman Filipina yang baru saja memenangkan Marcos Jr," paparnya.
KIB Unggul di Kantong Suara Komunitas Digital
Survei terbaru LSI Denny JA itu juga mengungkapkan bahwa poros Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) unggul di kantong suara di komunitas digital. "Kalau kita lihat sekarang ini, ada tiga poros kekuatan utama, yakni PDIP dengan satu partai saja, juga ada koalisi yang sudah solid yakni KIB, dan juga ada koalisi yang diprakarsai Gerindra dan mungkin juga PKB sebagai poros ketiga," jelas Ade.
Lihat Juga :