Bela Zulhas, Drajad Wibowo: Pakai Akhir Pekan untuk Keluarga dan PAN Masa Tidak Boleh?
Jum'at, 15 Juli 2022 - 21:02 WIB
loading...
A
A
A
Ia memastikan apa yang diucapkan Zulhas adalah sebagai Ketum PAN, bukan sebagai Mendag. Ketum parpol, kata dia, tentu boleh meminta dukungan rakyat.
"Jika dikomentari terkait pelanggaran Pemilu, masa kampanye kan belum dimulai? Apakah politisi tidak boleh silaturahmi dengan konstituen?” tanya Politikus Senior PAN ini.
Drajad menegaskan ucapan 'jika Futri terpilih, acara seperti ini bisa dua bulan sekali', itu justru wujud komitmen kepada konstituen. Jauh-jauh hari Ketum PAN sudah mewajibkan Futri berbagi dengan rakyat.
"Apakah politisi tidak boleh berbagi? Secara realitas politik, silakan yang komen itu menjadi politisi dan membuat acara. Banyak yang hadirkah jika dia tidak mau atau tidak mampu berbagi dengan rakyat?” papar Drajad. Baca juga: Zulhas Ditegur Jokowi soal Kampanye Minyak Goreng, PAN Sebut Ada Misinformasi
Dengan demikian, ia berharap masyarakat tidak termakan isu pelintiran Mendag Zulhas menggunakan program pemerintah agar rakyat memilih putrinya. "Mendag memakai program pemerintah agar rakyat memilih putrinya. Isu ini dimunculkan karena pemain impor pangan dan oknum backing-nya mulai gerah," pungkas dia.
"Jika dikomentari terkait pelanggaran Pemilu, masa kampanye kan belum dimulai? Apakah politisi tidak boleh silaturahmi dengan konstituen?” tanya Politikus Senior PAN ini.
Drajad menegaskan ucapan 'jika Futri terpilih, acara seperti ini bisa dua bulan sekali', itu justru wujud komitmen kepada konstituen. Jauh-jauh hari Ketum PAN sudah mewajibkan Futri berbagi dengan rakyat.
"Apakah politisi tidak boleh berbagi? Secara realitas politik, silakan yang komen itu menjadi politisi dan membuat acara. Banyak yang hadirkah jika dia tidak mau atau tidak mampu berbagi dengan rakyat?” papar Drajad. Baca juga: Zulhas Ditegur Jokowi soal Kampanye Minyak Goreng, PAN Sebut Ada Misinformasi
Dengan demikian, ia berharap masyarakat tidak termakan isu pelintiran Mendag Zulhas menggunakan program pemerintah agar rakyat memilih putrinya. "Mendag memakai program pemerintah agar rakyat memilih putrinya. Isu ini dimunculkan karena pemain impor pangan dan oknum backing-nya mulai gerah," pungkas dia.
(kri)
Lihat Juga :