Masyarakat Didorong Pegang Teguh Etika di Ruang Digital
Jum'at, 15 Juli 2022 - 20:36 WIB
loading...
Masyarakat didorong memegang teguh etika di ruang digital yang kini telah menjadi ajang interaksi antarmanusia. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Masyarakat didorong memegang teguh etika di ruang digital yang kini telah menjadi ajang interaksi antarmanusia. Dengan begitu, masyarakat bisa terhindar dari pelanggaran di dunia maya.
"Etika bermedia digital merupakan solusi dalam berkolaborasi di ruang digital. Sedangkan menjadi pejuang antihoaks, cara paling mudah adalah dengan tidak langsung menyebarkan apa pun informasi yang kita terima," kata Humas PGRI Fajar Tri Laksono dalam webinar Literasi Digital Indonesia Makin Cakap Digital yang digelar Kementerian Kominfo untuk komunitas digital wilayah Bali-Nusa Tenggara, Jumat (15/7/2022).
Menurut Fajar, setidaknya ada empat ruang lingkup etika yang harus diterapkan saat berada di ruang digital. Pertama, kesadaran, yakni melakukan sesuatu dengan sadar atau memiliki tujuan. Kedua, tanggung jawab, berupa kemauan menanggung konsekuensi dari perilakunya. Ketiga, integritas atau kejujuran. Dan terakhir adalah kebajikan.
"Integritas berarti menghindari plagiasi maupun manipulasi. Sedangkan kebajikan bermakna melakukan hal-hal yang bernilai, bermanfaat, kemanusiaan dan kebaikan," kata Fajar di hadapan peserta webinar bertajuk 'Menjadi Pejuang Anti Hoaks di Dunia Digital'.
"Etika bermedia digital merupakan solusi dalam berkolaborasi di ruang digital. Sedangkan menjadi pejuang antihoaks, cara paling mudah adalah dengan tidak langsung menyebarkan apa pun informasi yang kita terima," kata Humas PGRI Fajar Tri Laksono dalam webinar Literasi Digital Indonesia Makin Cakap Digital yang digelar Kementerian Kominfo untuk komunitas digital wilayah Bali-Nusa Tenggara, Jumat (15/7/2022).
Menurut Fajar, setidaknya ada empat ruang lingkup etika yang harus diterapkan saat berada di ruang digital. Pertama, kesadaran, yakni melakukan sesuatu dengan sadar atau memiliki tujuan. Kedua, tanggung jawab, berupa kemauan menanggung konsekuensi dari perilakunya. Ketiga, integritas atau kejujuran. Dan terakhir adalah kebajikan.
"Integritas berarti menghindari plagiasi maupun manipulasi. Sedangkan kebajikan bermakna melakukan hal-hal yang bernilai, bermanfaat, kemanusiaan dan kebaikan," kata Fajar di hadapan peserta webinar bertajuk 'Menjadi Pejuang Anti Hoaks di Dunia Digital'.
Lihat Juga :