Masyarakat Didorong Pegang Teguh Etika di Ruang Digital
Jum'at, 15 Juli 2022 - 20:36 WIB
loading...
A
A
A
Fajar menyatakan, etika dan netiket (etika berinternet) sama-sama dibutuhkan saat berada di ruang digital. Etika sebagai sistem nilai dan norma moral menjadi pegangan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya.
"Sedangkan netiket, yakni tata cara individu berinteraksi dengan individu lain atau dalam masyarakat, berlaku jika individu berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang lain," kata Anggota Ikatan Guru TIK PGRI itu.
Baca juga: Sasar Milenial, Kominfo Tekankan Pentingnya Demokrasi di Era Digital
Dalam netiket, individu harus selalu menyadari bahwa dirinya berinteraksi dengan manusia nyata di jaringan yang lain. Bukan sekadar dengan deretan karakter huruf di layar monitor, tapi dengan karakter manusia sesungguhnya.
"Untuk itu, hindari pelanggaran kesusilaan, penghinaan atau pencemaran nama baik, pemerasan dan/atau pengancaman, penyebaran berita bohong (hoaks), penyebaran kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA, cyberbullying, serta hate speech," kata Fajar.
"Sedangkan netiket, yakni tata cara individu berinteraksi dengan individu lain atau dalam masyarakat, berlaku jika individu berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang lain," kata Anggota Ikatan Guru TIK PGRI itu.
Baca juga: Sasar Milenial, Kominfo Tekankan Pentingnya Demokrasi di Era Digital
Dalam netiket, individu harus selalu menyadari bahwa dirinya berinteraksi dengan manusia nyata di jaringan yang lain. Bukan sekadar dengan deretan karakter huruf di layar monitor, tapi dengan karakter manusia sesungguhnya.
"Untuk itu, hindari pelanggaran kesusilaan, penghinaan atau pencemaran nama baik, pemerasan dan/atau pengancaman, penyebaran berita bohong (hoaks), penyebaran kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA, cyberbullying, serta hate speech," kata Fajar.
Lihat Juga :